Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Tampak depan Kampus terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

10 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan dalam Seminggu

Ada pesta harus dihadiri seminggu lagi, dan Anda merasa gaun kesayangan dipakai ke pesta nanti lebih sempurna...

Keperawatan Medikal Bedah

Bersama kita bisa......

Go Abroad....

Program pasca sarjana UMY yang istimewa muda mendunia...

The Great University

UMY is most popular in yogyakarta....

Showing posts with label Kopi. Show all posts
Showing posts with label Kopi. Show all posts

Bolehkah Ibu Hamil Minum Kopi

Banyak juga para ibu hamil yang menanyakan apakah ibu hamil boleh minum kopi?. Karena tentunya para ibu hamil menginginkan segala hal yang berhubungan dengan kehamilan dirinya termasuk kesehatan baik itu kesehatan ibu hamil itu sendiri ataupun kesehatan janin yang ada dalam kandungannya senantiasa terjaga kesehatannya. Karena berawal dari ibu sehat dan juga kehamilan yang sehat maka tentunya anak yang sehat akan bisa lahir dengan selamat serta sehat pula.

Kopi merupakan minuman yang seringkali dikonsumsi oleh masyarakat kita. Terutama adalah kaum laki-laki. Walaupun tak dapat dipungkiri kaum wanita juga banyak yang mengandrungi minuman yang satu ini. Kopi kita kenal juga dengan kandungannya yaitu kafein. Lalu adakah pengaruh kafein ini terhadap kehamilan. Dasar pemikiran ini juga yang banyak pula diteliti oleh kaum-kaum peneliti apakah benar bahwa seorang ibu hamil boleh minum kopi?

Bolehkah Ibu Hamil Minum Kopi

Untuk bisa menjawab pertanyaan seputar bolehkah ibu hamil minum kopi ini sedikit merujuk artikel oleh seorang dokter ahli gizi yaitu dr. Cindiawaty Pujdiadi,MARS,MS,SpGK yang bekerja di Rumah Sakit Medistra Jakarta Selatan yang menjawab pertanyaan di atas.

penelitian-penelitian mengenai konsumsi kopi pada masa kehamilan masih menjadi kontroversial. Masih diperlukan penelitian yang lebih lanjut. Ada juga sebuah penelitian yang menyatakan bahwa kafein pada kehamilan terutama dalam pemakaian dosis tinggi berhubungan dengan meningkatnya resiko keguguran spontan dan juga bayi lahir dengan berat badan rendah. Kafein juga bisa menyebabkan efek pada sistem kardiovaskular (jantung) janin, seperti halnya peningkatan denyut jantung (takikardia/berdebar-debar) dan gangguan irama jantung lainnya.

Penelitian yang dilakukan oleh Wisborg dan kawan-kawan menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi 4-7 cangkir kopi per hari akan beresiko 80% lebih tinggi untuk terjadinya kematian pada janin dibandingkan dengan yang tidak mengkonsumsi kopi. Sementara penelitian lainnya menyatakan bahwa mengkonsumsi kafein kurang dari 200mg perhari tidak menyebabkan resiko keguguran meningkat atau pun bayi lahir prematur.

Melihat dari hasil-hasi penelitian yang ada di atas tadi mengenai hubungan antara kopi dengan kehamilan yang masih kontroversial, saran beliau sebaiknya bahwa para ibu hamil menghindari atau membatasi konsumsi kopi kurang dari 2 cangkir per hari. Bila benar-benar ingin konsumsi kopi, cobalah mengkonsumsi kopi yang decaf atau yang tidak mengandung kafein atau membatasi kopi maksimal 2 cangkir dalam satu harinya.

Kandungan kafein dalam 1 cangkir kopi berkisar antara 76-137 mg kafein. Kandungan kafein pada 2 cangkir teh berkisar antara 26-48 mg. Kafein tidak hanya dalam kopi dan juga teh saja, tetapi kafein juga terdapat pada coklat dan beberapa jenis soft drink. Untuk itulah bagi ibu hamil lebih baik membatasi konsumsi makanan atau pun minuman yang mengandung kafein sehingga tidak lebih dari 200 mg/hari.

Dengan hal tersebut di atas, dan dampak yang bisa timbul pada kehamilan akibat pengaruh kafein yang terdapat pada kopi, maka bagi para ibu hamil sebaiknya menghindari minum kopi demi kebaikan dan kesehatan atau pun bila memang harus minum kopi ada ukuran tertentu yang harus dipenuhi oleh para ibu hamil.
Blog Keperawatan : http://askep-net.blogspot.com/2012/11/bolehkah-ibu-hamil-minum-kopi.html

Kulit Mulus Dengan Kopi

Kopi? Hmmm…! Yang terbayang pertama kali pasti adalah aromanya yang khas. Jika Anda bukan penggemar kopi dan berpendapat bahwa minum kopi dianggap tak menyehatkan, Anda masih bisa, kok, menikmati kopi dan merasakan manfaatnya. Karena, ternyata kopi memiliki banyak khasiat untuk kecantikan kulit.
RAMUAN DUNIA
Kopi mengandung kafein tinggi yang selain mampu meningkatkan produksi adrenalin, juga dapat menghilangkan kantuk, dan mengurangi sakit kepala karena pelebaran pembuluh darah. Khasiat lainnya adalah mampu menurunkan produksi laktat yang merupakan sisa metabolisme energi otot yang menimbulkan rasa pegal-pegal pada tubuh.


Di India ada yang disebut perawatan udwartanam, yaitu perawatan scrub atau lulur dengan menggunakan media kopi. Perawatan yang memakan waktu kurang lebih 1,5 jam ini dipercaya dapat melangsingkan tubuh serta menghaluskan kulit jika dilakukan secara teratur.

Bagaimana langkah perawatannya?

Pertama, kulit disikat dengan menggunakan sikat tubuh, kemudian kopi dibalurkan ke seluruh tubuh sambil digosok. Setelah itu, proses diulang kembali dengan menggunakan bubuk herba khas India. Kemudian, setelah tahap scrubbing selesai, dilakukan sauna agar khasiat kopi dan bubuk herba dapat lebih menyerap ke dalam lapisan kulit. Kopi yang digunakan adalah biji kopi murni yang ditumbuk sendiri.

9 FAKTA KOPI UNTUK KECANTIKAN
1. Mampu mengangkat sel kulit mati sehingga bisa memperbaiki kulit yang rusak.
2. Dapat menetralkan kulit yang teriritasi sekaligus memberi nutrisi pada kulit.
3. Bisa menghilangkan bau badan.
4. Mampu merevitalisasi sel kulit baru dan menjaga kelembapan kulit.
5. Mampu menghilangkan bekas jerawat, vlek, dan noda hitam membandel.
6. Bisa menghilangkan selulit jika dilakukan secara teratur.
7. Dapat memperbaiki sirkulasi darah dan memecah lemak di tubuh yang dapat menimbulkan selulit.
8. Berfungsi sebagai astringent karena kandungan pH-nya sama dengan kulit kita (4,5) sehingga mampu mengurangi dan menghilangkan jerawat ataupun noda di kulit.
9. Memberi proteksi terhadap sinar UVA atau UVB.

Sumber : Rileks.Com

Aneka - Tips : http://anekatipsmenarik.blogspot.com/2010/11/kulit-mulus-dengan-kopi.html

Kopi vs Teh, Mana Lebih Sehat?

 

Jakarta, Ada orang yang memilih minum teh ketimbang kopi karena dianggap tidak sehat. Namun bagi pecinta kopi, minuman hitam itu bisa memberi energi lebih besar di pagi hari. Lantas mana yang sebenarnya lebih sehat, kopi atau teh?


Selama berabad-abad, kopi telah dipuji karena memiliki sifat yang menyegarkan dan menyehatkan. Kopi merangsang aliran darah di otak dan mengurangi kelelahan mental. Inilah sebabnya kopi mempunyai kemampuan untuk membangkitkan semangat di pagi hari.


Namun ketika Anda ingin membandingkan mana yang lebih sehat antara kopi dan teh, maka jawabannya tergantung jenis kopi atau teh yang diminum dan bagaimana Anda mengolahnya, seperti dilansir Foxnews, Kamis (13/10/2011).


Teh umumnya mengandung zat antioksidan yang disebut dengan flavonoid, zat ini telah terbukti bisa membantu memperlambat atau menghambat reaksi kimia yang disebabkan oleh radikal bebas di dalam tubuh.


Namun bagi pecinta teh, mayoritas akan menginginkan teh dengan warna pekat alias teh hitam yang diseduh dengan waktu lama. Semakin lama teh disebuh maka kandungan kafein akan semakin tinggi.


Proses pengeluaran kafein itu akan semakian banyak dalam minuman akhir yang terlalu lama diseduh. Gambarannya kopi atau teh yang diseduh 5 menit kafein yang keluar akan semakin banyak dibanding kopi atau teh yang diseduh 3 menit.


Untuk mendapatkan warna hitam, orang cenderung akan menyeduh teh lebih lama ketimbang kopi. Sehingga jika dibandingkan, kopi akan lebih sehat dibandingkan dengan teh hitam.


Dengan dua cangkir kopi atau 300 mg kafein per hari, dapat meningkatkan suasana hati yang negatif. Menurut studi, minum kopi juga bisa mengurangi risiko penyakit Parkinson. Peminum kopi memiliki risiko sekitar 3 kali lebih rendah terkena penyakit Parkinson dibandingkan non-peminum kopi.


Penelitian tentang bahan kimia kopi menunjukkan bahwa secangkir kopi mengandung bahan kimia yang kuat, antioksidan pelindung yang menghambat sel dalam tubuh berkarat.


Kerusakan oksidatif telah dikaitkan dengan diabetes, arthritis dan kanker. Di antara banyak masalah kesehatan lainnya, antioksidan sangat membantu dalam mengurangi risiko beberapa penyakit dan kehidupan sel.


Kopi juga mengandung antioksidan flavonoid. Senyawa ini menunjukkan kekuatan pelindung terhadap penyakit jantung dengan mengurangi oksidasi kolesterol LDL (kolesterol jahat). Jadi, kopi melindungi terhadap serangan jantung dan stroke. Tapi manfaat kopi akan lebih besar jika Anda meminumnya dengan sedikit atau bahkan tidak menggunakan gula (kopi hitam).


Tapi jika Anda minum teh hijau atau teh yang belum difermentasi, maka dapat dikatakan teh hijau adalah minuman sehat. Teh hijau kaya flavenol, yang akan hilang ketika teh difermentasi.


Intinya, jika Anda membandingkan kopi dan teh hitam, maka kopi adalah pilihan yang lebih sehat. Dan jika Anda membandingkan dengan teh hijau, maka teh hijau adalah pilihan yang lebih sehat dibandingkan kopi.

Tips Kecantikan : http://tips-kecantikan-indonesia.blogspot.com/2011/10/kopi-vs-teh-mana-lebih-sehat.html

Minum Kopi Bisa Bikin Langsing?

 

Jakarta, Banyak orang yang menganggap bahwa minum kopi dapat mendukung program diet karena mengurangi rasa lapar. Tapi benarkah minum kopi bisa membantu menurunkan berat badan?


Kopi hitam merupakan salah satu minuman yang dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh. Selain bebas lemak, kopi hitam (tanpa gula) juga bebas kalori yang dapat memainkan peran dalam penurunan berat badan.


Beberapa studi menunjukkan bahwa kafein dalam kopi hitam dapat bertindak sebagai penekan nafsu makan sementara, sehingga dapat mengurangi keinginan untuk makan, seperti dilansir MayoClinic, Senin (1/8/2011).


Kafein dalam kopi memang dapat melebarkan pembuluh darah dan bekerja meningkatkan metabolisme untuk membakar lemak. Namun, menurunkan berat badan dengan minum kopi bukanlah solusi yang baik.


Alasan pertama, kita tidak bisa mengukur berapa cangkir kopi yang harus diminum agar proses pembakaran lemak terjadi dengan efektif. Alasan lain, karena ada efek samping yang dapat membahayakan tubuh jika Anda minum kopi terlalu banyak.


Kafein dapat meningkatkan produksi asam di perut sehingga menyebabkan gangguan pencernaan. Selain itu, biasanya orang akan menambahkan gula saat minum kopi. Hal ini akan berdampak negatif terhadap kadar gula darah.


Selain itu, pengaruh kopi untuk menurunkan berat badan pada kenyataannya tidak berlaku untuk semua orang. Hubungan antara kopi dan penurunan berat juga belum terbukti secara ilmiah.


Penjelasan yang paling logis adalah gula dalam kopi dapat menggantikan kebutuhan glukosa tubuh. Pada beberapa orang, dampaknya tidak mengurangi perasaan lapar. Daripada minum kopi, lebih baik melakukan latihan dan olahraga untuk menurunkan berat badan.

Sumber : detikhealth

Tips Kecantikan : http://tips-kecantikan-indonesia.blogspot.com/2011/10/minum-kopi-bisa-bikin-langsing.html