Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Tampak depan Kampus terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

10 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan dalam Seminggu

Ada pesta harus dihadiri seminggu lagi, dan Anda merasa gaun kesayangan dipakai ke pesta nanti lebih sempurna...

Keperawatan Medikal Bedah

Bersama kita bisa......

Go Abroad....

Program pasca sarjana UMY yang istimewa muda mendunia...

The Great University

UMY is most popular in yogyakarta....

Showing posts with label Olahraga. Show all posts
Showing posts with label Olahraga. Show all posts

5 Olahraga Sederhana Yang Mudah dan Menyehatkan.

      Hai sahabat, Tips Kesehatan. Olahraga merupakan salah satu jenis kegiatan yang dapat membuat tubuh kita sehat dan bugar setiap hari. Berbagai gerakan olahraga yang kita lakukan bisa membantu melenturkan dan menghilangkan kekakuan atau ketegangan otot yang ada di tubuh kita. Oleh karena itulah, Olahraga merupakan salah satu jenis kegiatan yang sangat di anjurkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Lalu, adakah olahraga sederhana yang mudah sekaligus menyehatkan tubuh kita .....????

 
      Sahabat, tips kesehatan. Beragam olahraga bisa kita lakukan setiap hari seperti sepakbola, lari marathon, berenang, bermain basket atau yang lainnya. Namun ternyata ada juga olahraga yang sederhana yang mudah dan menyenangkan yang dapat dilakukan oleh kita setiap hari tanpa harus menyita banyak waktu di sela-sela kesibukan rutinitas kita setiap harinya. Sahabat, tips kesehatan. Berikut ini 5 jenis olahraga sederhana yang mudah dan menyenangkan yang dapat kita lakukan tiap harinya : 
  1. Olahraga sederhana yang dapat kita lakukan yaitu berjalan kaki. Ini merupakan salah satu jenis olahraga sederhana yang dapat anda lakukan setiap harinya. Luangkan waktu anda sejenak setiap pagi untuk berjalan kaki atau jika jarak sekolah atau tempat anda bekerja cukup dekat, anda dapat berjalan kaki untuk mencapai sekolah atau tempat anda bekerja.
  2. Olahraga sederhana yang kedua yaitu berlari. Mungkin ini salah satu olahraga yang tidak sulit anda lakukan. Anda bisa meluangkan waktu di pagi hari untuk melakukan jenis olahraga yang satu ini. Olahraga ini sangat baik untuk masa otot anda dan juga membakar kalori dalam tubuh anda.
  3. Olahraga sederhana yang ke tiga yaitu push up dan sit up. Olahraga ini tidak terlalu banyak menyita waktu anda dan dapat anda lakukan di sela-sela aktivitas anda setiap hari. Manfaat dari olahraga ini yaitu untuk membakar kalori tubuh anda dan membuat tubuh anda bugar serta mampu membentuk otot tubuh anda.
  4. Olahraga sederhana yang keempat yaitu senam. Olahraga ini juga sangat mudah anda lakukan setiap harinya. Jika di iringi musik olahraga ini juga makin menyenangkan untuk dilakukan setiap harinya.Olahraga ini juga dapat dilakukan oleh semua orang di berbagai jenjang umur dari anak-anak hingga lansia. Manfaatnya sangat baik untuk kesehatan tubuh anda dan menjaga kebugaran anda setiap harinya.
  5. Olahraga sederhana yang kelima yaitu bersepeda. Olahraga ini juga sangat mudah dilakukan oleh semua orang di berbagai jenjang umur. Anda dapat melakukannya setiap pagi menjelang aktivitas padat anda setiap harinya. Manfaatnya juga sangat baik untuk menjaga kondisi dan kesehatan dan kebugaran tubuh anda.
Artikel Terkait :
  1. Tanda Tubuh Yang Kekurangan Vitamin
  2. Inilah Tips Agar Cepat Sembuh Saat Sakit
  3. Tips Menghilangkan Capek Ditubuh Anda
  4. 7 Bahaya Makanan Pedas
  5. Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh Agar Selalu Sehat
  6. Inilah Tips Menghilangkan Udun Atau Bisulan 
  7. Tips Agar Tidak Dingin Saat Mandi Pagi Dan Sore 
  8. 7 Tips Sehat Yang Murah Dan Mudah 
  9. Manfaat Mandi Air Hangat Bagi Kesehatan Tubuh
  10. More....
        Demikian tips kesehatan yang membahas 5 olahraga sederhana yang mudah dan menyenangkan yang dapat anda lakukan setiap harinya. Semoga artikel tips kesehata ini bermanfaat untuk anda. Akhir kata, salam hangat dari penulis.
Sumber : medicalera
Image : fiyanzo
TIPS KESEHATAN : http://intips-kesehatan.blogspot.com/2012/11/olahraga-mudah-menyenangkan-sehat.html

CEDERA PADA OLAHRAGA TENNIS


TENNIS ELBOW/LATERAL EPYCONDYLITIS
Dari Jowir (fisioterapi anda)



Tennis elbow atau lateral epicondylitis adalah cidera paling umum yang terjadi pada pemain tenis, nama tenis sendiri diindikasikan memang dari nama cabang olahraga tersebut. Walaupun demikian orang-orang yang tidak mengetahui dan tidak pernah tenispun juga tak luput terkena cidera ini tetapi jumlahnya tidak seberapa dibandingkan dengan orang yang mempunyai hoby bermain tenis. Tennis elbow umumnya terjadi pada tendon dari otot exstensor carpi radialis brevis, yang letaknya dipinggir kira-kira 2cm dibawah sendi siku atau di epicondylus lateralis tulang humerus. Pada cidera ini jarang dijumpai adanya peradangan sendi tetapi nyeri yang hebat disebakan adanya peningkatan dari reseptor nyeri sehingga daerah siku terasa perih atau nyeri.


Tanda dan Gejala :
a. Adanya nyeri kira-kira 1-2 cm didaerah pingir dari sendi siku tepatnya di area epicondylus lateralis humeri.
b. Terjadi kelemahan pada otot-otot pergelangan tangan sehingga terjadi penurunan aktifitas fungsional seperti ketidakmampuan membuka pintu yang bergagang sampai ketikmampuan melakukan aktivitas mengocok suatu benda.
c. Nyeri terjadi disendi siku bagian luar ketika tangan ekatensi dan sendi pergelangan tangan melawan tahanan.
d. Nyeri terjadi ketika adanya tekanan (palpating) dibawah epicondylus lateralis humeri
Penyebab :
Tennis elbow sering disebabkan oleh penggunaan sendi yang melampaui batas (overuse) atau juga karena cidera otot yang berulang-ulang. Aktivitas yang sering memicu timbulnya tennis elbow adalah tennis, badmintons atau squash atau aktivitas yang berlebihan seperti mengetik komputer dan memasang skrup.


Teknik backhand yang buruk pada cabang olahraga yang menggunakan raket merupakan penyebab timbulnya cidera ini. Kejadian ini sering terlihat pada saat pemain terlambat melakukan backhand, hal ini berarti dia tidak memposisikan tubuhnya tepat dibelakang bola, pemain itu memukul bola dengan lemah atau menekuk pergelangan tangannya sehingga pergelangan tangannya dipaksa untuk melakukan teknik tersebut. Padahal untuk teknik backhand yang benar kekuatan untuk memukul terjadi pada tangan secara keseluruhan. Karena paksaan tersebut maka terjadi cidera pada otot dan tendon disendi siku. Masalah yang lain yang dijumpai pada olahraga beraket ini adalah pegangan raket yang terlalu kecil. Pegangan raket yang terlalu kecil berarti otot-otot disendi siku dipaksa bekerja keras sehingga terjadi perubahan struktural ditendon. Mayoritas yang terkena cidera ini berusia 40-50 tahun,tapi tidak menutup kemungkinan seorang atlet tenis yang usia dibawah 40 tahun juga terkena cidera ini

Management dan treatment to tennis elbow.

Tidak ada satupun metode tunggal untuk menyelesaikan permasalahan ini, tetapi kombinasi dari beberapa metode mampu menyelesaikan kasus ini. Diantara metode itu adalah :

1). Mengaplikasikan es atau cold pack atau cold terapi pada siku (selama 10-20 menit 6x/hari) untuk mengurangi inflamasi dan nyeri yang terjadi.

2). Istirahat, mengistirahatkan sendi sangat penting untuk recovery cedera ini

3). Memakai brace atau support untuk melindungi tendon agar bisa recovery dan tetap terjaga kekuatannya. Brace tidak diletakkan pada tempat dimana nyeri timbu; tetapi diletakkan kira-kira 10 cm dibawah nyeri tersebut.
4). Mengikuti program rehabilitsi di departemen fisioterapi. Seperti penggunaan ultrasound atau laser untuk mengurangi nyeri dan peradangan selain itu uga meningkatkan proses recoveri. Pemilihan massage terapi, myofacial release atau teknik fricton juga tepat untuk cedera tendon ini.
5). Berkonsultasi kepada pelatih tenis profesional untuk mendapatkan teknik yanag tepat ketika bermain tennis terutama untuk teknik backhand


FISIOTERAPI All In One : http://feedproxy.google.com/~r/FisioterapiAllInOne/~3/nSF_kLHj3DY/cedera-pada-olahraga-tennis.html

Tips atasi diabetes dengan olahraga

Tips atasi diabetes dengan olahraga - Olahraga yang teratur sangat baik sekali pengaruhnya terhadap kesehatan tubuh, olah raga yang teratur dapat mengendalikan risiko diabetes. Manfaat olah raga sangat banyak sekali berikut ini beberapa manfaat olahraga bagi penderita diabetes antara lain: Membakar kalori dan mengurangi lemak tubuh sehingga meningkatkan kemampuan metabolisme sel dalam menyerap dan menyimpan glukosa. Meningkatkan sirkulasi darah, terutama pada kaki dan tangan, di mana biasanya penderita diabetes memiliki masalah. Mengurangi stress yang sering menjadi pemicu kenaikan glukosa darah Penderita diabetes yang rajin berolah raga dapat melepaskan diri dari ketergantungan pada obat. Berikut adalah beberapa tips berolah raga bagi penderita diabetes :

Konsultasikan dengan dokter sebelum menjalani program olah raga. Dokter akan merekomendasikan jenis olah raga apa yang boleh Anda lakukan sesuai dengan kondisi Anda. Dokter biasanya akan melarang Anda berolah raga bila: Glukosa darah Anda lebih dari 250 mg/dl. Anda memiliki gejala retinopati (kerusakan pembuluh darah pada mata), neuropati (kerusakan syaraf dan sirkulasi darah pada anggota badan), nefropati (kerusakan ginjal) dan gangguan jantung seperti jantung koroner, infark miokard, arritmia dan lainnya.

Bila tidak ada larangan, mulailah dengan olah raga ringan seperti senam aerobik, berjalan, berenang, dan bersepeda. Olah raga aerobik tersebut bermanfaat memperdalam pernafasan dan meningkatkan kerja jantung. Bagi Anda yang tidak pernah berolahraga, awali dengan 10 – 20 menit setiap kali latihan, beberapa kali seminggu. Banyak penderita diabetes yang tidak menyadari bila memiliki masalah di kaki mereka. Sebelum berjalan sehat atau jogging, pastikan kenyamanan dan keamanan sepatu yang dipakai: Selalu gunakan kaus kaki yang nyaman. Periksa apakah ada krikil atau benda lain sebelum mengenakan sepatu. Hindari lecet atau goresan di kaki.

Bila Anda memiliki masalah di kaki, sebaiknya pilih berenang, senam atau bersepeda yang tidak terlalu membebani kaki. Jangan mengangkat beban berat karena dapat meningkatkan tekanan darah secara tiba-tiba. Awali dan akhiri latihan dengan pemanasan dan pendinginan selama 5-10 menit untuk mengurangi risiko jantung dan cedera otot. Jangan menambah porsi latihan secara drastis. Setiap kali, naikkan hanya satu faktor saja (frekuensi, lama atau intensitas latihan). Kenakan tanda pengenal diabetes, agar orang tahu bila terjadi sesuatu dengan Anda. Hipoglikemi adalah risiko yang dapat terjadi sewaktu berolah raga. Kenaikan penyerapan glukosa oleh otot dapat menurunkan gula darah ke tingkat yang sangat rendah (hipoglikemi). Gejala hipoglikemi adalah badan gemetar, jantung berdebar, keringat bertambah, rasa lapar, pusing, lesu, bingung, dan perubahan mood yang cepat.

Lakukan pengetesan glukosa darah 12 jam setelah latihan yang agak berat untuk mengecek adanya hipoglikemi yang muncul setelah latihan (late onset). Berolahragalah dengan gembira. Untuk meningkatkan dan mempertahankan motivasi Anda berolahraga, bergabunglah dengan klub-klub olah raga diabetes yang ada di dekat tempat tinggal Anda.  (source : majalah kesehatan.com)

Nah, itulah artikel beberapa tips cara mengatasi diabetes dengan olahraga mudah-mudahan bermanfaat.


Informasi Penyakit : http://blog-penyakit.blogspot.com/2012/07/tips-atasi-diabetes-dengan-olahraga.html

Latihan Renang Ternyata Olahraga yang Sangat Dianjurkan untuk Penderita Asma

Sudah tahukah anda kalau  latihan renang ternyata olahraga yang sangat dianjurkan untuk penderita asma ? Mungkin selama ini asumsi kita bahwa penderita asma  dianjurkan sedikit mungkin melakukan olahraga karena khawatir kekambuhan dan keparahan penyakitnya. Tapi penelitian terbaru menyatakan bahwa latihan renang dianjurkan untuk penderita asma.

Dahulu saya punya teman yang menderita penyakit asma. Kebetulan dia teman satu kamar saya di asrama saat kuliah, jadi saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana menderitanya dia saat penyakit asmanya kambuh. Waktu itu pernah jam 12 malam dia menderita sesak nafas, dia hanya bisa  duduk di kursi , sambil berusaha menyeimbangkan nafasnya. Sangat menderita sekali saat dia menarik nafas dan mengeluarkan nafasnya. Dengan sangat panik, kami kemudian menelepon orangtuanya. Jam 12 siang orang tuanya baru datang, dan dia segera dibawa ke dokter. Dia punya dokter keluarga sendiri, yang katanya dokter lain tidak akan bisa meredakan sakitnya kecuali dokter keluarganya itu. Entahlah, mungkin dia punya sugesti dengan dokternya karena dokter itu yang merawatnya sejak kecil. Selanjutya beberapa kali teman saya itu masih juga kambuh. Pokok asma sudah menjadi teman sehari-harinya. Walaupun demikian teman saya merupakan pejuang sejati, katanya waktu kecil dia pernah divonis meninggal di usia remaja, ternyata dia tetap bisa survive, sampai sekarang bisa menjadi ibu dengan 2 anak kembarnya. Tapi yang saya tahu dia memang tidak begitu berani melakukan olahraga, mungkin takut hal itu akan memicu kekambuhan penyakit.

Penelitian tentang pengaruh latihan renang dan senam asma terhadap Forced Expiratory Volume in 1 Second (FEV1) dan Kadar Hormon Kortisol pada Penderita Asma, disampaikan oleh Rahmaya Nova Handayani pada Seminar Nasional FKIK Unsoed Maret 2012 kemarin. Kebetulan hari ini saya membuka-buka Proceeding yang saya punya, dan menemukan artikel penelitiannya yang menarik bagi saya.

Penelitiannya merupakan penelitian quasi eksperimen. Subyek penelitian terdiri dari 20 orang  penderita asma yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok yang diberi latihan renang  20-30 menit dan yang diberi latihan senam  30-45 menit  selama 3 kali seminggu dengan total latihan 12 minggu.

Hasilnya menunjukan bahwa kedua latihan tersebut  terdapat peningkatan nilai FEV1 dan hormon kortisol , tapi yang peningkatannnya lebih tinggi adalah latihan renang.  

Nilai FEV1 menunjukkan jumlah udara yang dikeluarkan secepat-cepatnya pada satu detk pertama sesudah mengambil nafas daam-dalam. Pada penyakit obstruksi (gangguan) pernafasan, volume yang dikeluarkan akan lebih lembat. Sedangkan hormon kortisol berfungsi untuk mengurangi hiperresponsifitas saluran nafas.
Dikatakan bahwa latihan renang lebih banyak membutuhkan energi dibanding latihan lain (lari atau berjalan) karena latihan renang lebih menekankan pada gerakan kaki dan lengan sehingga fungsi paru-paru dan otot pernafasan lebih baik. Latihan fisik yang dilakukan teratur akan menyebabkan peningkatan kapasitas mitokondria pada otot saluran pernafasan, dengan demikian nafas akan lebih mudah dikeluarkan.

Dianjurkan untuk penderita asma untuk selalu melakukan latihan secara rutin dengan memperhatikan frekuensi, intensitas, tipe dan waktu pelaksanaan latihan. Adapun bagi penderita asma yang tidak bisa berenang dapat melakukan latihan senam asma dengan waktu yang lebih lama.

Sumber :
Handayani, RN. Pengaruh Latihan Renang dan Senam Asma terhadap Forced Expiratory Volume in 1 Second (FEV1) dan Kadar Hormon Kortisol pada Penderita Asma. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Jurusan Kesehatan Masyarakat FKIK Unsoed. Purwokerto 31 Maret 2012 ISBN: 978-602-98319-1-6

Ingin baca artikel menarik lainnya lihat di Daftar Isi ARTIKEL GIZI DAN KESEHATAN



ARTIKEL GIZI DAN KESEHATAN : http://artikelgizikesehatan.blogspot.com/2012/04/latihan-renang-ternyata-olahraga-yang.html

Fisioterapi Olahraga dengan Sport Massage

A.  Sejarah Perkembangan Sports Massage 

Sport Massage sampai saat ini masih dipakai dibelahan dunia khususnya dikalangan olahragawan dan dunia kesehatan. Massage sendiri merupakan salah satu bentuk manipulasi / teknik melulut atau memijat sederhana yang pertama-tama ditemukan manusia untuk meringankan rasa sakit dan menghasilkan efek lebih baik / kesembuhan dengan cara mengelus-elus/ mengusap perlahan dan halus secara spontan pada sekitar bagian yang sakit.


Data pasti siapa penemu sport massage pertama kali tidak diketahui, berkembang dibanyak negara seperti Cina, India, Yunani, Mesir dan banyak negara lain sehingga berkembang sampai menjadi kebudayaan yang tinggi. Dalam perkembangannya tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemeliharaan tubuh saja tetapi juga sebagai terapi pengobatan . 

Pertamakali sport massage diperkenalkan dan diaplikasikan untuk para olahragawan adalah negara Yunani dengan maksud untuk menjaga tingkat kebugaran para olahragawan. Di Cina sekitar tahun 3000 SM khususnya dunia kedokteran tradisional, sport massage bertujuan untuk mengaktifkan sirkulasi darah dan hormonal, sebagai alat penenang (sedative), perangsang persyarafan dan sebagai sarana pengobatan bermacam penyakit. Di Mesir kuno masih tercatat didinding bahwa massage merupakan metode pengobatan penyakit atau luka akibat kecelakaan atau peperangan (tercatat pada dokumen raja Fir’aun di relief, papyrus dan pada dinding gambar). Herodicos seorang dokter dan pesenam Yunani menceritakan tentang pengaruh senam pengobatan dan latihan fisik serta massage dengan tujuan menyehatkan jiwa dan raga. Hipocrates seorang dokter dalam kedokteran modern mengenal dan mempelajari sport massage pada Herodicos dan menulis tentang pengaruh sport massage pada system fisiologis tubuh khususnya pada pasien luksasi / keseleo, fraktur / patah tulang dan pasien lain serta sport massage akan membuat system persendian akan menjadi kuat dan kemudahan untuk memobilisasi / menggerakkan persendian yang kaku. 

Para dokter Yunani menggunakan sport massage untuk mempersiapkan fisik olahragawan sebelum bertanding dan untuk melawan tingkat kelelahan setelah latihan fisik yang berat. Para Aliptes / ahli massage olahraga biasa menggunakan minyak dan powder / tepung atau talk untuk memanipulasi / melulut atau memijat otot-otot olahragawan sedangkan olahragawan sendiri juga dibekali dengan ketrampilan sport massage mandiri / Automassage. 

B.  Pengertian Sport Massage 

Sport Massage merupakan teknik memijat / melulut dengan tangan (manipulasi) pada bagian tubuh yang lunak dengan prosedur manual ataupun mekanik yang dilaksanakan secara metodik dan ritmis dengan tujuan untuk menghasilkan efek-efek fisiologis , profilaktik dan terapeutik / pengobatan pada tubuh. 

Manipulasi ini dilakukan secara sistematis dan berurutan sesuai dengan anatomi tubuh manusia yaitu dari permukaan otot kearah dalam bagian tubuh yang lunak /mucous dan jaringan dibawah kulit (konjunktiva) dan lapisan lemak , perototan , pembuluh darah , jaringan persyarafan periferis / syaraf tepi dan jaringan lain serta organ tubuh bagian dalam. 

Ada dua macam prosedur sport massage , secara manual dan mekanik. Prosedur sport massage manual merupakan manipulasi sport massage yang dikenal dengan bermacam-macam gerakan tangan pada permukaan tubuh dengan tekanan gerakan kearah dalam yaitu menekan , memeras, pukulan, goncangan , getaran dan manipulasi lain pada jaringan dan pada segmen . Prosedur manual ini merupakan prosedur yang sangat tua , tersebar dan paling banyak digunakan karena dengan gerakan tangan manusia akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan struktur anatomi tubuh dan gerakan tangan ini akan lebih sempurna dibandingkan dengan gerakan alat mesin. 

Prosedur sport massage mekanik , ini dilakukan gerakan sport massage dengan bantuan gerakan mesin pemijat . Bagaimanapun bagusnya alat massage / mesin pemijat tersebut tingkat adaptasi dengan struktur tubuh manusia akan tidak sama dengan gerakan tangan secara manual. 

Prosedur Terapi Manual Sport Massage 

A.  Sistematika Manipulasi Pokok (Teknik sport massage yang harus dilakukan) 

Manipulasi pokok meliputi : 

1. EFFLEURAGE (pembuka) 


2. PETRISAGE


3. FRICTION 


4. TAPOTAMENT 


5. VIBRATION 
6. EFFLEURAGE (penutup) 

Manipulasi tambahan meliputi : 
  • SAPUAN 
  • CABIKAN 
  • SHIATSU 
  • TARIKAN 
  • REGANGAN 
Peruntukan Terapi Manual Sport Massage 

A.  Sport Massage untuk Jaringan dan Organ

Sport massage ini sangat bermanfaat untuk proses pertumbuhan dan perkembangan serta rehabilitasi jaringan dan organisme tubuh. 
Pada jaringan meliputi : Kulit, Konjunktiva ,Otot, Tendon, Articulatio /sendi, Vaskuler, Syaraf.
Pada organ meliputi : Kepala, Leher, Dada / Thorax, Perut / abdominalis.

B.  Sport massage untuk pertandingan dan prestasi 

Sport massage untuk pertandingan dan prestasi ini mencakup : 
1. Sport massage pra competition 
Sport massage ini diberikan sebelum atlet melakukan pertandingan sebagai bentuk warming-up pasif 

2. Sport massage during competition 
Sport massage ini diberikan selama atlet melakukan serangkaian Pertandingan atau saat istirahat pertandingan 

3. Sport massage post competition 
Sport massage ini diberikan setelah atlet menjalani masa pertandingan. 

C.  Sport massage bermacam aktivitas olahraga 
  1. tes kekuatan 
  2. tes daya tahan 
  3. tes kecepatan 
  4. tes kecakapan/skill 
  5. senam
  6. olahraga permainan 
  7. kegiatan pariwisata 
  8. olahraga lain 
D.  Manfaat terapi sport massage 

Sport massage untuk :
- higiene 
- terapeutik 
- cedera persendian 
- schele luka memar dan luka 
- schele fraktur 
- cedera otot dan tendon dan cedera syaraf 

Manfaat dan Tujuan Manipulasi Sport Massage
A.  Terapi Sport Massage Bagian Kepala

Perlakuan sport massage bagian kepala diberikan dengan menyesuaikan anatomis kepala
Frontalis : perlakuan pada bagian dahi /depan 
Lateralis/temporalis : bagian samping kepala 
Posterior/occipitalis : bagian belakang 
Manipulasi yang diberikan adalah Effleurage dan friction. 

B.  Terapi Sport Massage Bagian Leher

Terdiri dari dua bagian yaitu bagian muka /anterior dan bagian belakang /posterior. Pada region ini terdapat organ yang penting seperti : trachea, esophagus, pembuluh darah besar (arteri carotic, vena jugularis), saluran limphe dan persyarafan, kelenjar ganglion lymphe cervical dan kelenjar thyroid dan parathyroid. 
Leher bagian muka menggunakan manipulasi Effleurage, friction ringan, petrisage dan vibration. 
Leher bagian belakang menggunakan manipulasi effleurage, friction, petrisage, cabik dan vibration. (khusus leher bagian belakang perlakuannya sampai pundak).

C.  Terapi Sport Massage Bagian Thorax/Dada

Bertujuan Merangsang system respirasi biasanya karena masalah asmatis, sesak nafas atau nyeri dada. Menggunakan manipulasi effleurage, friction, cabikan, tapotament, vibration dan shaking. 

D.  Terapi Sport Massage Bagian Abdominal/Perut

Pada bagian ini diberlakukan manipulasi yang agak ringan tekanannya. Dengan manipulasi effleurage, petrisage, friction ringan dan shaking ringan. Bertujuan untuk meringankan gangguan di perut seperti sembelit dan sakit perut lainnya serta membantu menghilangkan lemak di otot perut. 

E.  Sport Massage untuk Prestasi dan Pertandingan

Perlakuan sport massage untuk prestasi dan pertandingan perlakuannya akan berbeda dengan perlakuan pasien. Karena tingkat kebugaran olahragawan ini lebih tinggi dibandingkan dengan pasien maka manipulasi yang diberikan akan lebih keras dan lebih cepat. 

a.  Sport massage pra competition 
Sport massage yang dilakukan sebelum masa pertandingan dan sebagai massage persiapan pertandingan. Maksudnya untuk meningkatkan derajat suhu tubuh dan mempersiapkan otot-otot dan persendian atau pemanasan /warming-up.
Manipulasi yang diberikan adalah friction yang kuat, petrisage , vibration dan shaking yang kuat. 

b.  Sport massage in competition/during competititon
Selama masa pertandingan sport massage ini diberikan misalnya saat jeda tanding, saat mengalami gangguan otot atau sendi misalnya kram otot. Tujuannnya untuk tetap mengaktifkan system sirkulasi darah dan oksigenasi dan menghilangkan tumpukan asam laktat. Manipulasi yang diberikan adalah shaking kuat, tapotament kuat dan shaking kuat. 

c.  Sport massage post competition
Sport massage ini diberikan setelah melakukan masa pertandingan dengan maksud untuk merelaksasi otot dan persendian yang telah bekerja keras. Manipulasi yang diberikan adalah general sport massage /massage seluruh tubuh. 

E.  Terapi Sport massage untuk Kulit

Bertujuan untuk mengaktifkan sirkulasi darah, elastisitas kulit dan perangsangan syaraf. 
Manipulasi yang diberikan adalah effleurage, friction, vibration dan tapotament. 
Effleurage : perlakuan selama 10 – 20 menit akan mengaktifkan system sirkulasi kulit, memperbesar sirkulasi darah permukaan dan bagian dalam, merangsang pergantian dan pengaturan sirkulasi lymphe dan hormonal serta untuk kebersihan dan kesegaran kulit. 
Friction : akan melatih fleksibilitas dan elastisitas kulit, memobilisasi jaringan kulit dan merangsang sirkulasi pergantian dan ekskresi. 
Tapotament : akan merangsang syaraf motorik dan syaraf sensitife. 
Vibration : sangat bagus untuk sirkulasi local dan pengeluaran sisa metabolisme.

sumber: 
http://asosiasisportsmassageindonesia.blogspot.com/2009/08/fisioterapi-olahraga-dengan-sports.html

jurnal fisioterapi : http://jurnal-fisioterapi.blogspot.com/2012/07/fisioterapi-olahraga-dengan-sport.html

Cidera Olahraga

Cedera yang dialami tergantung dari macamnya olahraga, misalnya olahrag sepak bola, tenis meja, balapan tentu memberikan resiko cedera yang berbeda-beda.

Kegiatan olahraga sekarang ini telah benar-benar menjadikan bagian masyarakat kita, baik pada masyarakat atau golongan dengan sosial ekonomi yang rendah sampai yang paling baik. Telah menyadari kegunaan akan pentingnya latihan-latihan yang teratur untuk kesegaran dan kesehatan jasmani dan rohani.

Seseorang melakukan olahraga dengan tujuan untuk mendapatkan kebugaran jasmani, kesehatan maupun kesenangan bahkan ada yang sekedar hobi, sedangkan atlit baik amatir dan profesional selalu berusaha mencapai prestasi sekurang-kurangnya untuk menjadi juara. Namun beberapa faktor yang mempunyai peran perlu diperhatikan antara lain :


a. Usia Kesehatan Kebugaran

Menurut pengetahuan yang ada pada saat ini, apa yang disebut proses digenerasi mulai berlangsung pada usia 30 tahun, dan fungsi tubuh akan berkurang 1% pertahun (Rule of one), ini berarti bahwa kekuatan dan kelentukan jaringan akan mulai berkurang akibat proses degenerasi, selain itu jaringan menjadi rentan terhadap trauma. Untuk mempertahankan kondisi agar tidak terjadi pengurangan fungsi tubuh akibat degenerasi, maka latihan sangat diperlukan guna mencegah timbulnya Atrofi, dengan demikian bahwa usia memegang peranan.

b. Jenis Kelamin

Sistem hormon pada tubuh manusia berbeda dengan wanita, demikian pula dengan bentuk tubuh, mengingat perbedaan dan perubahan fisik, maka tidak semua jenis olahraga cocok untuk semua golonganusia atau jenis kelamin. Hal ini apabila dipaksakan, maka akan timbul cedera yang sifatnya pun juga tertentu untuk jenis olahraga tertentu

c. Jenis Olahraga

Kita tahu bahwa setiap macam olahraga, apapun jenisnya, mempunyai peraturan permainan tertentu dengan tujuan agar tidak menimbulkan cedera, peraturan tersebut merupakan salah satu mencegahnya.

d. Pengalaman Teknik Olahraga

Untuk melaksanakan olahraga yang baik agar tujuan tercapai perlu persiapan dan latihan antara lain :
  • Metode atau cara berlatihnya.
  • Tekniknya agar tidak terjadi “over use”.
e. Sarana atau Fasilitas

Walaupun telah diusahakan dengan baik kemungkinan cedera masih timbul akibat sarana yang kurang memadai

f. Gizi

Olahraga memerlukan tenaga untuk itu perlu gizi yzng baik, selain itu gizi menentukan kesehatan dan kebugaran.

Olahraga yang teratur memegang peranan untuk memperoleh badan yang sehat, menghindari penyakit-penyakit seperti penyakit jantung, serta menunda proses-proses degeneratif yang tidak bisa dihindari oleh proses penuaan. Keadaan akan pentingnya serta keuntungan yang diakibatkan oleh olahraga adalah sesuai dengan perubahan-perubahan kondisi sosial dan ekonomibila kita menilai beragam olahraga, ada permainan-permainan tertentu yang bersifat kompetitif untuk dipertandingkan dimana masing-masing individu harus bisa mencapai prestasi maksimal untuk mencapai kemenangan, ini yang sering mengundang terjadinya cedera olahraga, namun dapat dihindari bila faktor-faktor penyebab serta peralatan olahraga tersebut diperhatikan.

Dalam cedera macam-macan pula derajat cederanya mulai dari yang ringan sampai yang sangat berat, karena faktornya: jenis kelamin, derajat cedera, ukuran tubuh, anatomi, kesegaran aerobik, kekuatan otot, kekuatan, kelemahan ligamen, kontrol motorik pusat, kejiwaan, kemampuan mental merupakan faktor-faktor dalam kecenderungan cedera.

Cedera

Cedera adalah suatu akibat daripada gaya-gaya yang bekerja pada tubuh atau sebagian daripada tubuh dimana melampaui kemampuan tubuh untuk mengatasinya, gaya-gaya ini bisa berlangsung dengan cepat atau jangka lama.

Dapat dipertegas bahwa hasil suatu tenaga atau kekuatan yang berlebihan dilimpahkan pada tubuh atau sebagian tubuh sehingga tubuh atau bagian tubuh tersebut tidak dapat menahan dan tidak dapat menyesuaikan diri.

Harus diingat bahwa setiap orang dapat terkena celaka yang bukan karena kegiatan olahraga, biarpun kita telah berhati-hati tetapi masih juga celaka, tetapibila kita berhati-hati kita akan bisa mengurangi resiko celaka tersebut.

Cedera Olahraga

Kegiatan olahraga yang sekarang terus dipacu untuk dikembangkan dan ditingkatkan bukan hanya olahraga prestasi atau kompetisi, tetapi olahraga juga untuk kebugaran jasmani secara umum. Kebugaran jasmani tidak hanya punya keuntungan secara pribadi, tetapi juga memberikan keuntungan bagi masyarakat dan negara. Oleh karena itu kegiatan olahraga sekarang ini semakin mendapat perhatian yang luas.

Bersamaan dengan meningkatnya aktivitas keolahragaan tersebut, korban cedera olahraga juga ikut bertambah. Sangat disayangkan jika hanya karena cedera olahraga tersebut para pelaku olahraga sulit meningkatkan atau mempertahankan prestasi.

“Cedera Olahraga” adalah rasa sakit yang ditimbulkan karena olahraga, sehingga dapat menimbulkan cacat, luka dan rusak pada otot atau sendi serta bagian lain dari tubuh.

Cedera olahraga jika tidak ditangani dengan cepat dan benar dapat mengakibatkan gangguan atau keterbatasan fisik, baik dalam melakukan aktivitas hidup sehari-hari maupun melakukan aktivitas olahraga yang bersangkutan. Bahkan bagi atlit cedera ini bisa berarti istirahat yang cukup lama dan mungkin harus meninggalkan sama sekali hobi dan profesinya. Oleh sebab itu dalam penaganan cedera olahraga harus dilakukan secara tim yang multidisipliner.

Cedera olahraga dapat digolongkan 2 kelompok besar :
  1. Kelompok kerusakan traumatik (traumatic disruption) seperti : lecet, lepuh, memar, leban otot, luka, “stram” otot, “sprain” sendi, dislokasi sendi, patah tulang, trauma kepala-leher-tulang belakang, trauma tulang pinggul, trauma pada dada, trauma pada perut, cedera anggota gerak atas dan bawah.
  2. Kelompok “sindroma penggunaan berlebihan” (over use syndromes), yang lebih spesifik yang berhubungan dengan jenis olahraganya, seperti : tenis elbow, golfer’s elbow swimer’s shoulder, jumper’s knee, stress fracture pada tungkai dan kaki.
Klasifikasi Cedera Olahraga

Secara umum cedera olahraga diklasifikasikan menjadi 3 macam, yaitu :

a. Cedera tingkat 1 (cedera ringan)

Pada cedera ini penderita tidak mengalami keluhan yang serius, namun dapat mengganggu penampilan atlit. Misalnya: lecet, memar, sprain yang ringan.

b. Cedera tingkat 2 (cedera sedang)

Pada cedera tingkat kerusakan jaringan lebih nyata berpengaruh pada performance atlit. Keluhan bias berupa nyeri, bengkak, gangguan fungsi (tanda-tanda inplamasi) misalnya: robeknya ligament (sprain grade II).

c. Cedera tingkat 3 (cedera berat)

Pada cedera tingkat ini atlit perlu penanganan yang intensif, istirahat total dan mungkin perlu tindakan bedah jika terdapat robekan lengkap atau hamper lengkap ligament (sprain grade III) dan IV atau sprain fracture) atau fracture tulang.

d. Strain dan Sprain

Strain dan sprain adalah kondisi yang sering ditemukan pada cedera olahraga.

1. Strain

Strain adalah menyangkut cedera otot atau tendon. Strain dapat dibagi atas 3 tingkat, yaitu :

a) Tinkat 1 (ringan)

Strain tingkat ini tidak ada robekan hanya terdapat kondisi inflamasi ringan, meskipun tidak ada penurunan kekuatan otot, tetapi pada kondisi tertentu cukup mengganggu atlit. Misalnya strain dari otot hamstring (otot paha belakang) akan mempengaruhi atlit pelari jarak pendek (sprinter), atau pada baseball pitcher yang cukup terganggu dengan strain otot-otot lengan atas meskipun hanya ringan, tetapi dapat menurunkan endurance (daya tahannya).

b) Tingkat 2 (sedang)

Strain pada tingkat 2 ini sudah terdapat kerusakan pada otot atau tendon, sehingga dapat mengurangi kekuatan atlit.

c) Tingkat 3 (berat)

Strain pada tingkat 3 ini sudah terjadi rupture yang lebih hebat sampai komplit, pada tingkat 3 diperlukan tindakan bedah (repair) sampai fisioterapi dan rehabilitasi.

2. Sprain

Sprain adalah cedera yang menyangkut cedera ligament. Sprain dapat dibagi 4 tingkat, yaitu :

a) Tingkat 1 (ringan)

Cedera tingkat 1 ini hanya terjadi robekan pada serat ligament yang terdapat hematom kecil di dalam ligamen dan tidak ada gangguan fungsi.

b) Tingkat 2 (sedang)

Cedera sprain tingkat 2 ini terjadi robekan yang lebih luas, tetapi 50% masih baik. Hal ini sudah terjadi gangguan fungsi, tindakan proteksi harus dilakukan untuk memungkinkan terjadinya kesembuhan. Imobilisasi diperlukan 6-10 minggu untuk benar-benar aman dan mungkin diperlukan waktu 4 bulan. Seringkali terjadi pada atlit memaksakan diri sebelum selesainya waktu pemulihan belum berakhir dan akibatnya akan timbul cedera baru lagi.

c) Tingkat 3 (berat)

Cedera sprain tingkat 3 ini terjadinya robekan total atau lepasnya ligament dari tempat lekatnya dan fungsinya terganggu secara total. Maka sangat penting untuk segera menempatkan kedua ujung robekan secara berdekatan.

d) Tingkat 4 (Sprain fraktur)

Cedera sprain tingkat 4 ini terjadi akibat ligamennya robek dimana tempat lekatnya pada tulang dengan diikuti lepasnya sebagian tulang tersebut.

Penanganan rehabilitasi medik

Pada terjadinya cedera olahraga upaya rehabilitasi medik yang sering digunakan adalah :
  1. Pelayanan spesialistik rehabilitasi medik
  2. Pelayanan fisioterapi
  3. Pelayanan alat bantu (ortesa)
  4. Pelayananpengganti tubuh (protesa)
Penangana rehabilitasi medik harus sesuai dengan kondisi cedera.

a. Penanganan rehabilitasi medik pada cedera olahraga akut.

Cedera akut ini terjadi dalam waktu 0-24 jam. Yang paling penting adalah penangananya. Pertama adalah evaluasi awal tentang keadaan umum penderita, untuk menentukan apakah ada keadaan yang mengancam kelangsungan hidupnya. Bila ada tindakan pertama harus berupa penyelamatan jiwa. Setelah diketahui tidak ada hal yang membahayakan jiwa atau hal tersebut telah teratasi maka dilanjutkan upaya yang terkenal yaitu RICE :

R – Rest
Diistirahatkan adalah tindakan pertolongan pertama yang esensial penting untuk mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut. Bertujuan untuk mencegah bertambah parahnya cidera, waktunya tergantung pada berat ringanya cidera, namun tetap dilatih pada bagian yang tidak cidera untuk mempertahankan endurance atlet.

I – Ice 
Merupakan pemberian terapi dingin, tujuannya adalah
  1. Melokalisir daerah cedera
  2. Mematirasakan ujung saraf, sehingga dapat mengurangi nyeri.
  3. Mencegah bertambahnya bengkak, menggunakan efek vasokonstriksi.
Nmaun kompres es tidak boleh terlalu lama, karena dapat menimbulkan vasodilatasi berlebihan (Hunctinton reflek). Aliran darah bisa meningkat 3x semula, sehingga daerah pada cedera terasa panas.

C – Compression
Penekanan atau balut tekan gunanya membantu mengurangi pembengkakan jaringan dan pendarahan lebih lanjut. Alatnya dapat berupa kasa atau elasts bandage.
Tanda bila terlalu menekan : pucat, mati rasa pada daerah ujung yang cedera (karena kurang pasokan darah pada daerah ujung-ujungnya). Penekanan dari bawah ke atas.

E – Elevatin
Peninggian daerah cedera gunanya mencegah statis, mengurangi edema (pembengkakan) dan rasa nyeri.

b. Penanganan rehabilitasi pada cedera olahraga lanjut

Pada masa ini rehabilitasi tergantung pada problem yang ada antara lain berupa :
  • Pemberian modalitas terapi fisik
Terapi dingin :

Cara pemberian terapi dingin sebagai berikut :

1. Kompress dingin

Teknik : potongan es dimasukkan dalam kantong yang tidak tembus air lalu kompreskan pada bagian yang cedera.
Lamanya : 20-30 menit dengan interval kira-kira 10 menit.

2. Masase es

Tekniknya dengan menggosok-gosokkan es yang telah dibungkus dengan lama 5-7 menit, dapat diulang dengan tenggang waktu 10 menit.

3. Pencelupan atau peredaman

Tekniknya yaitu memasukkan tubuh atau bagian tubuh kedalam bak air dingin yang dicampur dengan es. Lamanya 10-20 menit.

4. Semprot dingin

Tekniknya dengan menyemprotkan kloretil atau fluorimethane kebagian tubuh yang cedera.

Terapi panas :

Pada umumnya toleransi yang baik pada terapi panas adalah bila diberikan pada fase subakut dan kronis dari suatu cedera, tetapi panas juga dapat diberikan pada keadaan akut. Panas yang kita berikan ketubuh akan masuk atau berpenetrasi kedalamnya. Kedalam penetrasi ini tergantung pada jenis terapi panas yang diberikan seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 1 : Pembagian terapi panas menurut kedalaman penetrasinya.

Penetrasi
Macam
Contoh
Dangkal (Superfisial)
Lembab/basah
Kompres kain air panas
“Hydrocollator pack”
Mandi uap panas
“Paraffin wax bath”
Hydrotherapy
Kering
Kompres botol air panas
Kompres bantal pemanas tenaga listrik
Lampu merah infra
Dalama (deep)
Diathermy
Diatermi gelombang pendek
Diatermi gelombang mikro
Diatermi suara ultra
Terapi air (Hydroterapy)

Pada sebagian kasus pemberian terapi air akan banyak menolong. Terapi air dipilih karena adanya efek daya apung dan efek pembersihan. Jenis terapi ini dapat kita berikan dengan memakai bak atau kolam air. Teknik lain terapi air adalah “contrast bath” yaitu dengan menggunakan dua buah bejana. Satu buah diisi air hangat suhu 40,5-43,3 C dan satunya lagi diisi air dingin dengan suhu 10-15 C. anggota gerak yang cedera bergantian masuk ke bejana secara bergantian dengan jarak waktu.

Stimulasi listrik

Perangsangan listrik mempunyai efek pada otot yang normal maupun otot yang denervasi. Efek rangsangan listrik pada otot normal antara lain relaksasi otot spasme, re-edukasi otot, mengurangi spastisitas dan mencegah terjadinya trombloflebitis. Sedang pada otot denervasi efeknya meliputi menunda progrese atropi otot, memperbaiki sirkulasi darah dan nutrisi.

Masage

Dengan menggunakan masase yang lembut dan ringan, kurang lebih satu minggu setelah trauma mungkin akan dapat mengatasi rasa nyeri tersebut. Dengan syarat diberikan dengan betul dan dengan dasar ilmiah akan efektif untuk mengurangi bengkak dan kekakuan otot.
  • Pemberian terapi latihan
Waktu untuk memulai terapi latihan tergantung pada macam dan derajat cederanya. Pada cedera otot misalnya terjadi kerusakan atau robekan serabut otot bagian central memerlukan waktu pemulihan 3 kali lebih lama dibandingkan dengan robeknya otot bagian perifer. Sedangkan cedera tulang, persendian (ligament) memerlukan waktu yang lebih lama.

Terapi latihan yang dapat diberikan, berupa :
  1. Latihan luas gerak sendi
  2. Latihan peregangan
  3. Latihan daya tahan
  4. Latihan yang spesifik (untuk masing-masing bagian tubuh)
  • Pemberian ortesa (alat Bantu tubuh)
Pada terjadinya cedera olahraga yang akut ortesa terutama berfungsi untuk mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera, sehingga membantu mempercepat proses penyembuhan dan melindungi dari cedera ulangan. Pada fase berikutnya ortesa dapat berfungsi lebih banyak, antara lain : ortesa leher, dan support pada anggota gerak bawah. Mencegah terjadinya deformitas dan meningkatkan fungsi anggota gerak yang terganggu.
  • Pemberian protesa (pengganti tubuh)
Protesa adalah suatu alat Bantu yang diberikan pada atlit yang mengalami cedera dan mengalami kehilangan sebagian anggota geraknya. Fungsi dari alat ini adalah untuk menggantikan bagian tubuh yang hilang akibat dari cedera tersebut.

Sumber : 
Paul M. Taylor, dkk. (2002). Mencegah dan Mengatasi Cedera Olahraga. Jakarta: PT. RAJAGRAFINDO PERSADA.

Andun Sujidandoko. (2000). Perawatan dan Pencegahan Cedera. Yogyakarta: Departemen Pendidikan Nasional .



jurnal fisioterapi : http://jurnal-fisioterapi.blogspot.com/2012/09/cidera-olahraga.html

Tips Turunkan Berat Badan Tanpa Diet dan Olahraga


 

Jakarta, Ada banyak cara untuk menurunkan berat badan, mulai dari mengurangi porsi makan, diet atau berolahraga. Tapi setidaknya ada 5 cara menurunkan berat badan tanpa berdiet atau olahraga. Apa saja?


Memperbanyak aktivitas atau berolahraga memang cara terbaik untuk membakar kalori dan menurunkan berat badan. Namun bagi orang yang tidak memiliki banyak waktu, cara tersebut tidak bisa menjadi pilihan utama.


Berikut 5 cara menurunkan berat badan tanpa harus diet ketat atau berolahraga, seperti dilansir Hubpages, Sabtu (11/6/2011):


1. Minum teh hijau
Teh hijau membantu menurunkan berat badan dalam beberapa cara, salah satunya karena mengandung polyphenol dalam tingkat yang sangat tinggi. Studi menunjukkan bahwa tingkat tinggi polyphenol dalam teh hijau meningkatkan sistem metabolisme tubuh hingga 4 persen. Metabolisme yang lebih cepat membantu tubuh melepaskan lebih banyak lemak dan kalori.


2. Makan lebih banyak protein
Makan makanan tinggi protein juga dapat mempercepat laju metabolisme dengan mendukung massa otot. Dikutip WebMD, protein membantu membangun otot dan otot membakar lebih banyak kalori daripada lemak.


Protein juga bekerja sebagai penekan nafsu makan dengan membuat Anda merasa kenyang lebih cepat dan lebih lama daripada karbohidrat. Makan protein mengaktifkan hormon alami yang mempromosikan penurunan berat badan, yang disebut PYY. Hormon ini mengurangi rasa lapar.


Makanan yang kaya protein misalnya susu, keju, telur, keju cottage, ikan, daging merah, ayam, kacang-kacangan dan biji-bijian.


3. Jangan ngemil di malam hari
Ada dua teori di balik berat badan dan tidur. Salah satunya adalah bahwa Anda benar-benar tidak aktif ketika tidur dan tidak dapat membakar makanan terakhir, jadi lebih cenderung disimpan sebagai lemak.


Teori lainnya adalah bahwa tetap terjaga sampai larut malam menyebabkan hasrat ingin makan karbohidrat dan makanan manis semakin besar karena tubuh dirancang untuk tidur di malam hari.


4. Minum air es
Banyak yang tahu bahwa minum delapan gelas air sehari bermanfaat untuk kesehatan dan membantu dalam penurunan berat badan, tetapi sedikit yang mengetahui manfaat tambahan minum air es. Penelitian terbaru menunjukkan minum air es bisa membakar kalori dengan meningkatkan laju metabolisme.


5. Stop makan secara emosional
Emosi dapat memicu rasa lapar dan keinginan makan lebih banyak dari kebutuhan yang dibutuhkan tubuh. Stres, kesedihan, kebosanan, kecemasan dan kemarahan dilaporkan sebagai penyebab makan secara emosional. Kenalilah rasa lapar yang disebabkan oleh sinyal tubuh atau hanya berupa emosi belaka.

Sumber : detikhealth

Tips Kecantikan : http://tips-kecantikan-indonesia.blogspot.com/2011/10/tips-turunkan-berat-badan-tanpa-diet.html