Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Tampak depan Kampus terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

10 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan dalam Seminggu

Ada pesta harus dihadiri seminggu lagi, dan Anda merasa gaun kesayangan dipakai ke pesta nanti lebih sempurna...

Keperawatan Medikal Bedah

Bersama kita bisa......

Go Abroad....

Program pasca sarjana UMY yang istimewa muda mendunia...

The Great University

UMY is most popular in yogyakarta....

Showing posts with label Stroke. Show all posts
Showing posts with label Stroke. Show all posts

Keluarkan Darah: Penanganan Darurat Saat Stroke


Penyakit Stroke saat ini merupakan salah satu pembunuh nomor satu di Indonesia. Dapat terjadi secara mendadak dan dapat menyebabkan cacat permanen. Biasanya orang yang mendapati keluarganya tiba-tiba stroke akan kebingungan dan segera berupaya membawa keluarga tersebut secepat mungkin ke rumah sakit. Ternyata menurut Pakar Medis di Majalah Selaras, tindakan yang terburu-buru membawa pasien stroke ke rumah sakit malah dapat berakibat fatal ! Hal ini karena aliran darah sedang kondisi tidak normal karena penyumbatan, ditambah goncangan-goncangan di kendaraan dalam akan mempercepat proses pendarahan lebih lanjut di otak.

Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan sebagai penanganan darurat saat Stroke?

KELUARKAN DARAH
Kalau kita mendapati keluarga kita terkena serangan stroke, pertama-tama usahakan untuk tetap tenang dan tidak panik. Biarkan penderita tetap di tempat semula saat jatuh, jangan  langsung dipindahkan ! Setelah beberapa saat baru dibantu mengambil posisi duduk yang memungkinkan pengeluaran darah dapat dilakukan. Pengeluaran darah ini untuk membuka penyumbatan darahnya.
Untuk mengeluarkan darah dapat melakukan penusukan melalui jarum suntik, atau kalau tidak ada, dapat menggunakan jaruh pentul atau jarum jahit yang sudah disterilisasi dengan membakarnya terlebih dahulu di atas api.
Penusukan dilakukan pada ujung jari tangan kira-kira 1 cm dari ujung jari. Cukup 1 kali penusukan saja untuk mengeluarkan minimal 1 tetes darah. Lakukan penusukan pada 10 jari tangan. Dapat dilakukan pemencetan bila darah susah keluar. Kira-kira 10 menit, penderita biasanya akan sadar kembali.
Baru setelah itu kita dapat membawa penderita ke Rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

MULUT PEROT
Apabila penderita mengalami perot pada mulutnya, penanagan yang dapat kita lakukan adalah dengan menarik-narik kedua ujung telinganya sampai merah, setelah itu lakukan dua kali penusukan pada ujung bawah daun telinga sehingga darah keluar dari daun telinga. Insyaallah, bentuk mulut penderita akan kembali normal.

Penanganan darurat pertama ini biasanya akan sangat membantu pasie Stroke untuk mencegah keparahan dari penyakitnya. Selamat Mencoba dan semoga bermanfaat. 

ARTIKEL GIZI DAN KESEHATAN : http://artikelgizikesehatan.blogspot.com/2013/03/keluarkan-darah-penanganan-darurat-saat.html

Perawatan Pasca Stroke Di Rumah

Setelah mengalami masa pemulihan dan juga masa pengobatan di Rumah Sakit para penderita stroke setelah diperbolehkan pulang ke rumah maka tentunya akan membutuhkan perawatan stroke di rumah. Sehingga mengetahui cara menangani pasien stroke juga perlu diketahui anggota keluarga paling tidak dengan pengetahuan yang mendasar.

Karena penyakit stroke ini adalah menyerang organ persyarafan, maka pada umumnya akan menimbulkan gejala lanjutan seperti halnya kelumpuhan serta kelemahan beberapa anggota gerak tubuh dan tentunya ini akan membutuhkan pengetahuan bagaimana cara merawat pasien stroke di rumah bagi anggota keluarga lainnya.

Cara Merawat pasien stroke di rumah, tips merawat pasien stroke

Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian ketika kita merawat dan melakukan perawatan penderita stroke yang telah pulang ke rumah diantaranya yaitu :
  1. Memberikan dukungan dan juga perhatian untuk pemulihan kesehatan pasien, seperti halnya dalam hal mengantar pasien untuk kontrol dan juga mengingatkan pada saat waktu minum obat. Selain itu pasien-pasien dengan stroke karena disabilitasnya sering jatuh dalam depresi, pendampingan dan dukungan penuh dari keluarga serta semangat dari keluarga akan sangat menolong pemulihan.
  2. Mendampingi pasien dalam melakukan aktifitas kegiatan sehari-hari, dan memberikan bantuan jika memang diperlukan.
  3. Melakukan pengontrolan tekanan darah secara rutin, paling tidak dalam seminggu sekali. Karena faktor resiko stroke adalah peningkatan tekanan darah tinggi (Hipertensi). Kontrol tekanan darah dan kolesterol adalah kunci untuk pencegahan dari kejadian-kejadian stroke atau stroke berulang dimasa depan. Ini adalah salah satu dari tips merawat pasien stroke di rumah.
Beberapa hal yang berkaitan dengan lingkungan rumah juga perlu mendapat perhatian kita. Lingkungan yang baik bagi para penderita stroke ketika mendapatkan pengobatan dan perawatan di rumah adalah sebagai berikut :
  • Kamar tidur dekat dengan kamar mandi atau WC agar mudah untuk dijangkau.
  • Adanya pegangan di kamar mandi yang digunakan.
  • Menyediakan alat bantu komunikasi jika diperlukan, misalnya adalah dengan menyediakan kertas serta pena di dekat pasien.
  • Menyediakan alat bantu berjalan atau berpindah tempat bagi pasien stroke seperti halnya kursi roda ataupun tongkat (walker).
  • Menyediakan dan mendekatkan barang-barang yang sering digunakan seperti buku-buku atau telepon.
  • Menyediakan alas kaki yang nyaman yang memudahkan untuk leluasa dalam berjalan.
Tips Perawatan Pasca Stroke yang perlu kita perhatikan bersama adalah :
  1. Posisi tempat tidur dan terapi fisik untuk stroke. Tempat tidur ideal untuk pasien stroke adalah tempat tidur yang padat dengan bagian kepala cukup keras untuk menopang berat ketika disandarkan. Membalikkan pasien dari satu sisi ke sisi lainnya dan mengubah posisi lengan dan tungkai setiap 2 jam. Pijatlah tungkai yang lumpuh 1-2 kali sehari. Menopang tungkai yang lemah dengan bantal. Dan ini pula merupakan bagian dari cara merawat pasien stroke.
  2. Membalik pasien. Untuk membalik pasien di tempat tidur, orang yang merawat harus menyelipkan lengan mereka di bawah tubuh penderita stroke dan menarik pasien ke arah mereka. Jika pasien sudah berputar, bukalah dan kencangkan sprei di bawahnya. Punggung pasien diperiksa untuk melihat tanda-tanda dekubitus. Karena dengan pasien yang terbaring lemah di tempat tidur dalam jangka waktu lama akan bisa menimbulkan tanda-tanda dekubitus termasuk tanda dekubitus pasien stroke.
  3. Perawatan kulit pada pasien stroke. Sama halnya dengan di atas, bahwa tujuan perawatan kulit penderita stroke ini juga mencegah adanya dekubitus. Membersihkan kulit dengan air hangat, spons dan sedikit antiseptik atau sabun paling tidak sehari sekali. Kulit penderita harus dijaga tetap kering dan bila perlu diberi bedak.
  4. Perawatan Mata dan Mulut. Pada pasien yang mengalami kesulitan dalam menelan dan minum maka pada bagian mulutnya pula harus dibersihkan dengan sikat yang lembut dan lembab. Menggunakan kain lembab yang bersih ketika membersihkan kelopak mata bila diperlukan.
  5. Menelan dan Makan. Dalam hal membantu mengatasi kesulitan dalam menelan ini dipelukan pula bantuan ahli terapi wicara dan juga ahli gizi akan bisa memberikan nasehat berkaitan dengan konsistensi makanan serta minuman yang sesuai. Bila mengalami gangguan menelan, bila perlu memberikan makanan melalui selang (NGT Nas Gastric Tube) yaitu selang yang dimasukkan dari hidung sampai dengan lambung untuk memudahkan pemberian makanan. Untuk mencegah tersedak dan juga pneumonia aspirasi, semua makanan harus dimakan dalam keadaan duduk, jangan dengan berbaring.
Point pentingnya dan kesimpulan yang bisa kita ambil adalah tujuan perawatan stroke ini agar supaya pasien-pasien mendapatkan kembali sebanyak mungkin, jika tidak seluruhnya, dari aktivitas-aktivitas dan fungsi-fungsi organ tubuh sebelum stroke menimpa mereka. Dan juga membalikan kehidupan pasien pasca stroke pada level senormal mungkin sebelum pasien sakit dengan penuh kesabaran, ketekunan dan kasih sayang dan selalu dekat dan komunikatif kepada pasien.

Dan mengetahui akan pencegahan penyakit stroke akan lebih baik daripada memberikan pengobatan stroke dan perawatan stroke itu sendiri. Karena hal apapun termasuk dalam bidang kesehatan mencegah akan jauh lebih baik daripada mengobati.
Blog Keperawatan : http://askep-net.blogspot.com/2013/02/perawatan-pasca-stroke-di-rumah.html

Mencegah Stroke

Jumlah penderita penyakit stroke dalam kurun waktu belakangan ini semakin meningkat. Untuk itu kita sebagai orang yang mengerti dan sadar akan pentingnya kesehatan harus senantiasa waspada pula akan timbul dan terjadinya penyakit yang satu ini. Penyakit stroke adalah merupakan penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan aliran darah ke otak secara tiba-tiba sehingga menyebabkan terjadinya kerusakan neurologis. Stroke termasuk penyakit serebrovaskular (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Berkurangnya aliran darah dan oksigen ini bisa dikarenakan adanya sumbatan, penyempitan, atau pecahnya pembuluh darah. Itu adalah pengertian stroke dalam artikel yang telah diposting mengenai penyakit stroke dalam Blog Keperawatan ini.

lalu bagaimana kita mengenali akan tanda gejala ciri penyakit stroke ini. Karena dengan kita mengenali akan tanda-tanda dari penyakit tersebut kita akan bisa melakukan beberapa langkah-langkah dan cara pencegahan stroke ini terjadi pada diri kita dan juga kepada keluarga kita tentunya. Karena berhubungan dengan sistem persyarafan dan neurologis tentunya gejala stroke berkaitan erat dengan fungsi-fungsi syaraf dalam tubuh kita. Misalnya dengan adanya kelumpuhan pada bagian salah satu tubuh, tonus otot lemah atau kaku, gangguan persepsi dan sejenisnya.

Tips Cara Mencegah Stroke

Karena berhubungan erat dengan pembuluh darah, maka erat pula hubungannya dengan angka kejadian penyakit jantung koroner. Mencegah stroke ini harus diketahui masyarakat luas agar nantinya program pemerintah dalam bidang kesehatan khususnya hal ini akan bisa berjalan dengan baik bila mendapat dukungan dari masyarakat pula. Sehingga angka kematian akibat penyakit stroke bisa pula ditekan.

Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk mencegah stroke ini. Tips pencegahan stroke diantaranya yaitu :
  1. Mengendalikan tekanan darah. Hipertensi menyumbang 35-50% dari risiko stroke. Studi epidemiologis menunjukkan bahwa bahkan pengurangan tekanan darah kecil (5 sampai 6 mmHg sistolik, 2 sampai 3 mmHg diastolik) akan menghasilkan 40% lebih sedikit stroke. Menurunkan tekanan darah telah meyakinkan menunjukkan untuk mencegah stroke iskemik dan baik hemoragik. Hal ini sama pentingnya dalam pencegahan sekunder. Sehingga langkah awal kita adalah dengan menjaga tekanan darah kita dalam keadaan normal pula.
  2. Membiasakan diri berolahraga. Manfaat yang besar yang terdapat dalam olahraga itu sendiri bukan hanya cara mencegah penyakit ini, tetapi juga penyakit-penyakit lainnya akan bisa dicegah dengan kita rajin berolahraga. Melakukan aktivitas fisik secara teratur dengan berolahraga termasuk dalam tips membantu menurunkan tensi darah dan menciptakan keseimbangan lemak yang sehat dalam darah. Riset menunjukan bahwa mereka yang mulai latihan olahraga pada usia antara 25-40 tahun, risiko terserang stroke berkurang 57%. Sedangkan yang mulai latihan olahraga pada usia 40-55 tahun, kesempatannya hanya 37%.
  3. Menjaga pola makan yang sehat. Sebagian besar jenis penyakit disumbangkan karena pola makan kita yang tidak sehat. Makanan tinggi serat akan membantu dalam pencegahan penyakit ini dan juga turut andil mengendalikan lemak dalam darah. Karena kolesterol juga penyumbang resiko stroke ini. Mengurangi makanan berlemak dapat menjaga kadar kolesterol jahat dalam batas normal, sehingga dapat mempertahankan keelastisitasan daripada kondisi dinding pembuluh darah dan hal ini termasuk cara mencegah stroke yang bisa kita lakukan.
  4. Gangguan aritmia jantung. Seperti telah diungkap di atas, hubungan jantung dengan stroke erat, maka bila ada gangguan disritmia jantung khususnya adalah AF (Atrial Fibrilasi) bisa menimbulakn resiko terjadinya penyakit ini. Pasien dengan fibrilasi atrium memiliki risiko 5% setiap tahun untuk mengembangkan stroke, dan risiko ini bahkan lebih tinggi pada mereka dengan atrial fibrilasi pada pasien dengan kelainan dan penyerta penyakit katup jantung pula.
  5. Hindari pula kebiasaan-kebiasaan tidak sehat seperti halnya merokok, minum beralkohol dan kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya. Kebiasaan merokok dapat menyebabkan atherosclerosis (pengerasan dinding pembuluh darah) dan membuat darah menjadi mudah untuk menggumpal dan darah menggumpal akan meningkatkan resiko stroke ini. Sedangkan alkohol dapat menaikkan tekanan darah, sehingga tidak mengkonsumsinya berarti kita turut andil dalam menghindarkan diri dari tekanan darah tinggi yang merupakan faktor tertinggi penyumbang stroke.

Blog Keperawatan : http://askep-net.blogspot.com/2012/12/mencegah-stroke.html

Penyakit stroke

Mengenal penyakit stroke - Penyakit stroke adalah gangguan fungsi otak akibat aliran darah ke otak mengalami gangguan (berkurang). Akibatnya, nutrisi dan oksigen yang dbutuhkan otak tidak terpenuhi dengan baik. Penyebab stroke ada 2 macam, yaitu adanya sumbatan di pembuluh darah (trombus), dan adanya pembuluh darah yang pecah. Umumnya stroke diderita oleh orang tua, karena proses penuaan menyebabkan pembuluh darah mengeras dan menyempit (arteriosclerosis) dan adanya lemak yang menyumbat pembuluh darah (atherosclerosis). Tapi beberapa kasus terakhir menunjukkan peningkatan kasus stroke yang terjadi pada usia remaja dan usia produktif (15 - 40 tahun). Pada golongan ini, penyebab utama stroke adalah stress, penyalahgunaan narkoba, alkohol, faktor keturunan, dan gaya hidup yang tidak sehat.

Gejala penyakit stroke

Gejala awal stroke umumnya pusing, kepala serasa berputar (seperti penyakit vertigo), kemudian disusul dengan gangguan berbicara dan menggerakkan otot mulut. Gejala lainnya adalah tergangguanya sensor perasa (tidak bisa merasakan apapun , seperti dicubit atau ditusuk jarum) dan tubuh terasa lumpuh sebelah, serta tidak adanya gerakan refleks. Sering juga terjadi buta mendadak atau kaburnya pandangan (karena suplai darah dan oksigen ke mata berkurang drastis), terganggunya sistem rasa di mulut dan otot-otot mulut (sehingga sering dijumpai wajah penderita menjadi mencong), lumpuhnya otot-otot tubuh yang lain, dan terganggunya sistem memory dan emosi. Sering dijumpai penderita tidak dapat menghentikan tangisnya karena lumpuhnya kontrol otak pada sistem emosinya. Hal itu membuat penderita stroke berlaku seperti penderita penyakit kejiwaan, padahal bukan. Hal-hal seperti ini yang perlu dimengerti oleh keluarga penderita.



Penyebab penyakit stroke

Pada kasus stroke usia remaja, faktor genetika (keturunan) merupakan penyebab utama terjadinya penyakit stroke. Sering ditemui kasus stroke yang disebabkan oleh pembuluh darah yang rapuh dan mudah pecah, atau kelainan sistem darah seperti penyakit hemofilia dan thalassemia yang diturunkan oleh orang tua penderita. Sedangkan jika ada anggota keluarga yang menderita diabetes (penyakit kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), dan penyakit jantung, kemungkinan terkena stroke menjadi lebih besar pada anggota keluarga lainnya.

Penyebab serangan stroke lainnya adalah makanan dengan kadar kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein) yang sangat tinggi. Koleserol jahat ini banyak terdapat pada junk food, atau makanan cepat saji. Selain itu, penyebab terjadinya serangan stroke lainnya adalah kebiasaan malas berolah raga dan bergerak, banyak minum alkohol, merokok, penggunaan narkotika dan zat adiktif, waktu istirahat yang sangat kurang, serta stress yang berkepanjangan. Pecahnya pembuluh darah juga sering diakibatkan karena penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi).


Penyembuhan penyakit stroke

Ada 2 proses penyembuhan utama yang harus dijalani penderita. Pertama adalah penyembuhan dengan obat-obatan di rumah sakit. Kontrol yang ketat harus dilakukan untuk menjaga agar kadar kolesterol jahat dapat diturunkan dan tidak bertambah naik. Selain itu, penderita juga dilarang makan makanan yang dapat memicu terjadinya serangan stroke seperti junk food dan garam (dapat memicu hipertensi). Proses penyembuhan kedua adalah fisiotherapy, yaitu latihan otot-otot untuk mengembalikan fungsi otot dan fungsi komunikasi agar mendekati kondisi semula. Fisiotherapi dilakukan bersama instruktur fisiotherapi, dan pasien harus taat pada latihan yang dilakukan. Jika fisiotherapi ini tidak dijalani dengan sungguh-sungguh, maka dapat terjadi kelumpuhan permanen pada anggota tubuh yang pernah mengalami kelumpuhan.

Kesembuhan pada penderita stroke sangat bervariasi. Ada yang bisa sembuh sempurna (100 %), ada pula yang cuma 50 % saja. Kesembuhan ini tergantung dari parah atau tidaknya serangan stroke, kondisi tubuh penderita, ketaatan penderita dalam menjalani proses penyembuhan, ketekunan dan semangat penderita untuk sembuh, serta dukungan dan pengertian dari seluruh anggota keluarga penderita. Seringkali ditemui bahwa penderita stroke dapat pulih kembali, tetapi menderita depresi hebat karena keluarga mereka tidak mau mengerti dan merasa sangat terganggu dengan penyakit yang dideritanya (seperti sikap tidak menerima keadaan penderita, perlakuan kasar karena harus membersihkan kotoran penderita, menyerahkan penderita kepada suster yang juga memperlakukan penderita dengan kasar, dan sebagainya). Hal ini yang harus dihindarkan jika ada anggota keluarga yang menderita serangan stroke. (source : mypotik.blogspot.com)

Nah, itulah seputar penyakit stroke mudah-mudahan bermanfaat bagi yang yang mau menambahkan informasi tentang penyakit stroke silahkan isi komentar di bawah atau via email dinanahdiyah@ymail.com
Trims,
Informasi Penyakit : http://blog-penyakit.blogspot.com/2012/05/penyakit-stroke.html

Penyebab penyakit stroke

Penyebab penyakit stroke - Penyakit stroke adalah salah satu penyakit yang banyak menyerang masyarakat kita. Telah banyak korban yang menderita dan meninggal akibat serangan penyakit stroke ini. Mengetahui penyebab penyakit stroke adalah sangat penting agar anda bisa terhindar dari penyakit ini dan juga mendapatkan latar belakang pengetahuan tentang penyakit tersebut. Lalu apa sebenarnya penyakit stroke itu? Apa yang menjadi penyebabnya? Bagaimana caranya agar bisa terhindar dari penyakit yang sangat berbahaya ini?

Secara ringkas, penyakit stroke adalah berkurangnya suplai oksigen atau darah ke otak. Otak tidak bisa berfungsi dengan baik jika kekurangan oksigen, termasuk komunikasi otak dengan bagian-bagian tubuh lainnya. Jaringan otak pun lama kelamaan mengalami degenerasi (mati). Berkurangnya pasokan oksigen ke otak ini terjadi akibat penyempitan, penyumbatan di pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah. Penyakit Stroke adalah penyakit pembuluh darah otak (cerebrovascular disease) yang dapat menimbulkan kelumpuhan. Penyakit Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Berkurangnya aliran darah dan oksigen ini bisa dikarenakan adanya sumbatan, penyempitan atau pecahnya pembuluh darah.

Penyakit Stroke dapat menyerang setiap orang. Penyakit stroke biasanya menyerang secara tiba-tiba. Pengidapnya juga tidak sadar bahwa dirinya terkena penyakit stroke. Bukan berarti gejala penyakit stroke tidak bisa dikenali. Berikut tanda-tanda gejala penyakit stroke yang biasanya menyerang di sekujur tubuh yaitu, rasa lemas atau kelumpuhan pada lengan dan tungkai, gangguan baal, rasa kebas, kesemutan pada wajah, lengan, badan dan tungkai Untuk penyebab penyakit sroke memang sebagian besar merupakan lanjutan dari penyakit lain yang saling ketergantungan seperti obesitas, hipertensi, jantung dll, maka patut anda waspadai bila merasakan beberapa penyebab dan gejala diantara penyakit yang umum tersebut.

Ada dua faktor penyebab penyakit stroke yaitu resiko medis dan resiko perilaku 

Faktor resiko medis yang menyebabkan atau memperparah stroke antara lain hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi), kolesterol, arteriosklerosis (pengerasan pembuluh darah), gangguan jantung, diabetes, riwayat stroke dalam keluarga (faktor keturnan) dan migren (sakit kepelah sebelah). Menurut data statistik 80% pemicu stroke adalah hipertensi dan arteriosklerosis. Faktor resiko perilaku disebakan oleh gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, menkonsumsi minuman bersoda dan beralkohol gemar mengkonsumsi makanan cepat saji  (fast food dan junk food). Faktor resiko perilaku lainnya adalah kurangnya aktifitas gerak / olah raga dan obesitas. Salah satu pemicunya juga adalah susasana hati yang tidak nyaman seperti sering marah tanpa alasan yang jelas.

Tanda-tanda dan Gejala  Penyakit Stroke
Serangan kecil atau serangan awal stroke biasanya diawali dengan daya ingat menurun dan sering kebingungan secara tiba-tiba dan kemudian menghilang dalam waktu 24 jam selain itu tanda dan Gejala Stroke. gejala stroke dapat diamati dari beberapa hal :

Adanya serangan neurologis fokal berupa kelemahan atau kelumpuhan lengan, tungkai atau salah satu sisi tubuh. Melemahnya otot (hemiplegia), kaku dan menurunnya fungsi sensorik. Hilangnya rasa atau adanya sensasi abnormal pada lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh seperti baal, mati rasa sebelah badan, terasa kesemutan, perih bahakan seperti rasa terbakar dibagian bawah kulit. Gangguan penglihatan seperti hanya dapat melihat secara parsial ataupun tidak dapat melihat keseluruhan karena penglihatan gelap dan pandangan ganda sesaat. Menurunnya kemampuan mencium bau dan mengecap Berjalan menjadi sulit dan langkahnya tertatih-tatih bahkan terkadang mengalami kelumpuhan total

Hilangnya kendali terhadap kandung kemih sehingga sering kencing tanpa disadari .Kehilangan keseimbangan, gerakan tubuh tidak terkoordinasi  dengan baik . Tidak memahami pembicaraan orang lain, tidak mampu membaca, menulis dan berhitung dengan baik . Adanya gangguan dan kesulitan dalam menelan makanan ataupun minuman (cenderung keselek) . Adanya gangguan bicara dan sulit berbahasa yang ditunjukkan dengan bicara tidak jelas (rero), sengau, pelo, gagap dan berbicara haya sepatah kata bahkan sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat. Menjadi Pelupa (Dimensia) dan tidak mampu mengenali bagian tubuh . Vertigo (pusing, puyeng) atau perasaan berputar yang menetap saat tidak beraktifitas . Kelopak mata sulit dibuka . Menjadi lebih sensitif, mudah menangis ataupun tertawa . Banyak tidur dan selalu ingin tidur . Gangguan kesadaran, pingsan sampai tak sadarkan diri. (source : infoterlengkap.com).

Nah, itulah beberapa penyebab terjadinya penyakit stroke, mudah-mudahan dengan mengetahui penyebab penyakit stroke kita bisa menghindarinya mulai dari makanan sehat yang kita konsumsi setiap hari

Informasi Penyakit : http://blog-penyakit.blogspot.com/2012/05/penyebab-penyakit-stroke.html

Gejala penyakit stroke

Gejala penyakit stroke - Gejala stroke bisa diketahui melalui kondisi fisik penderita. Stroke sendiri merupakan penyakit berbahaya yang menyerang pembuluh darah otak. Serangannya begitu mendadak mirip seperti penyakit jantung. Untuk orang awam, serangan ini tidak menunjukkan ciri-ciri yang sangat mencolok. Banyak yang menganggap biasa kejadian atau gejala stroke ini. Mereka tidak ‘ngeh’ dan tidak menawarkan bantuan medis. Setelah itu si korban yang terserang stroke ini meninggal. Seperti misalnya pada kejadian berikut. Pada wisuda di sebuah kampus, seorang ibu yang menghadiri upacara anaknya tiba-tiba jatuh. Orang-orang sekitar menolongnya dan membersihkan bajunya. Semua orang mengira, termasuk suaminya, bahwa si ibu ini jatuh karena tersandung kerikil. 
Keesokan harinya, si ibu ini dikabarkan meninggal. Tidak ada orang yang tahu bahwa si ibu ini terserang stroke karena tak seorang pun paham tentang berbagai macam gejala stroke. Untuk itulah, sangat perlu disadari dan diwaspadai gjala-gejala serta tanda-tanda penyakit stroke agar pasien penderita bisa segera ditangani secara medis. Ahli syaraf mengatakan, penderita stroke bisa tertolong secara total jika saja tiga jam setelah serangan terjadi, pasien mendapatkan perawatan intensif. Efek yang diakibatkan oleh penyakit tersebut bisa disembuhkan secara menyeluruh dengan pengobatan. Akan tetapi penangannya harus tidak lebih dari tiga jam sejak serangan terjadi. Jadi, jika orang disekitar termasuk si suami paham tentang gejala stroke, maka tentulah si ibu ini tadi bisa segera tertolong. Berikut ini merupakan tanda-tanda penyakit mematikan ini. Kenali dan lakukan penanganan secepatnya jika tanda-tanda berikut muncul.

Gejala Penyakit Stroke yang terlihat

Pertama, serangan stroke datang ditandai dengan serangan neurologis berupa kelumpuhan total atau hanya lengan tangan saja. Kedua, otot-otot penderita mulai melemah atau sering disebut hemiplegia untuk istilah kedokterannya. Ketiga, penderita mulai mengalami penurunan kemampuan melihat serta membau. Gangguan penglihatan tersebut bisa secara parsial maupun total. Keempat, karena adanya gangguan syaraf motoriknya, maka penderit mengalami gangguan bicara. Kelima, penderita mengalami kesulitan menelan makanan dan keadaan tubuh pun tidak terkoordinasi dengan baik. Keenam, saat berbicara pun, penderita cenderung tidak jelas atau biasa disebut pelo. Selain berbagai tanda-tanda dan gejala stroke tersebut, orang sekitar bisa tahu tentang penyakit ini dengan melakukan tiga tes dan menyuruh penderita tentang tiga hal, yaitu minta tersenyum, menengadahkan kedua tangan, mengatakan sesuatu yang diakhiri silabel a seperti “hari ini indah; hari ini cerah; dan lain sebagainya”.

Penyebab Gejala Stroke
Penyebab gejala stroke bisa dikelompokkan menjadi dua kategori. Pertama adalah kategori resiko medis dan yang kedua adalah perilaku si penderita itu sendiri. Resiko medis seperti hipertensi, pengerasan pembuluh darah, kolesterol, diabetes, gangguan jantung, stroke bawaan genetis bisa menyebabkan stroke. Sedangkan perilaku seperti merokok, minum minuman beralkohol dan soda, banyak mengkonsumsi makanan berlemak, dan jarang olah raga bosa juga menyebabkan gejala stroke. (source : kifot.com)

Nah, itulah beberapa gejala yang dirasakan penderita penyakit stroke mudah-mudahan bermanfaat, bagi anda yang sedang mengalami gejala seperti di atas segera periksakan diri ke dokter.

Informasi Penyakit : http://blog-penyakit.blogspot.com/2012/05/gejala-penyakit-stroke.html

Gangguan tidur ; resiko stroke


Ternyata gangguan tidur beresiko terhadap penyakit stroke, sebagaimana penuturan dr Rizaldy Pinzon, Mkes, SpS yang diulas oleh detikhealth berikut. Gangguan tidur merupakan salah satu keluhan yang paling sering ditemukan pada penderita yang berkunjung ke dokter. Diperkirakan tiap tahun 20%-40% orang dewasa mengalami kesukaran tidur dan 17% diantaranya mengalami masalah serius. Prevalensi gangguan tidur setiap tahun cenderung meningkat, hal ini juga sesuai dengan peningkatan usia dan berbagai penyebabnya. Penelitian memperlihatkan bahwa gangguan tidur meningkatkan kejadian berbagai penyakit kardioserebrovaskuler. Hal ini terutama terkait dengan gangguan bernafas saat tidur (sleep disorder breathing). 

Gangguan bernafas saat tidur

Ada 2 macam pola gangguan nafas saat tidur, yaitu Hypoapnea dan Apnea. Hypoapnea ditandai oleh penyempitan saluran pernafasan 50%-80% selama lebih dari 10 detik dan terjadi penurunan saturasi oksigen lebih dari 3%. Sementara apnea tidur ditandai oleh penyempitan saluran pernafasan lebih dari 80% selama lebih dari 10 detik dan terjadi penurunan saturasi oksigen lebih dari 3%. Terdapat tiga jenis sleep apnea yaitu central sleep apnea, upper airway obstructive apnea dan bentuk campuran dari keduanya.

Apnea tidur adalah gangguan pernafasan yang terjadi saat tidur, yang berlangsung selama lebih dari 10 detik. Dikatakan apnea tidur patologis jika penderita mengalami episode apnea sekurang-kurangnya lima kali dalam satu jam atau 30 episode apnea selama semalam. Selama periodik ini gerakan dada dan dinding perut sangat dominan. Apnea sentral sering terjadi pada usia lanjut, yang ditandai dengan intermiten penurunan kemampuan respirasi akibat penurunan saturasi oksigen. Apnea sentral ditandai oleh terhentinya aliran udara dan usaha pernafasan secara periodik selama tidur, sehingga pergerakan dada dan dinding perut menghilang. Hal ini kemungkinan kerusakan pada batang otak atau hiperkapnia.

Gangguan saluran nafas (upper airway obstructive) pada saat tidur ditandai dengan peningkatan pernafasan selama apnea, peningkatan usaha otot dada dan dinding perut dengan tujuan memaksa udara masuk melalui obstruksi. Gangguan ini semakin berat bila memasuki fase REM. Gangguan saluran nafas ini ditandai dengan nafas megap-megap atau mendengkur pada saat tidur. Mendengkur ini berlangsung 3-6 kali bersuara kemudian menghilang dan berulang setiap 20-50 detik. Serangan apnea pada saat pasien tidak mendengkur. Akibat hipoksia atau hipercapnea, menyebabkan respirasi lebih aktif yang diaktifkan oleh formasi retikularis dan pusat respirasi medula, dengan akibat pasien terjaga dan respirasi kembali normal secara reflek. Baik pada sentral atau obstruksi apnea, pasien sering terbangun berulang kali dimalam hari, yang kadang-kadang sulit kembali untuk jatuh tidur. Gangguan ini sering ditandai dengan nyeri kepala atau tidak enak perasaan pada pagi hari. Pada anak-anak sering berhubungan dengan gangguan kongenital saluran nafas. Pada orang dewasa obstruksi saluran nafas septal defek, hipotiroid, atau bradikardi, gangguan jantung, hipertensi, dan stroke.

OSA (Obstructive Sleep Apnea) dan stroke

Gangguan tidur obstruktif merupakan salah satu bentuk faktor risiko stroke yang baru. Kajian terkini Drager (2007) menunjukkan ada peningkatan risiko stroke sebesar 2,52 kali pada penderita apnea tidur. Hal ini juga berkaitan dengan peningkatan risiko hipertensi pada penderita OSA. OSA sering ditemukan pada penderita stroke yang berhasil hidup, sebanyak 63% dari mereka yang bertahan hidup, mengalami gangguan ini. Bukti semakin banyak yang telah menunjukkan adanya hubungan sebab akibat antara apnea tidur dan stroke. Kelelahan yang berlebihan di siang hari berhubungan dengan apnea tidur dapat mempengaruhi hasil pemulihan pasca stroke. Kelelahan yang berlebihan disiang hari bisa menurunkan kemampuan dan motivasi penderita stroke untuk terus menjalankan program pemulihan. Sebagai akibatnya, latihan untuk pemulihan tidak dilakukan dengan teratur, terhambatnya pemulihan dan hasilnya akan menjadi lebih memburuk. 

Nah, itulah artikel kesehatan mengenai gangguan tidur terhadap resiko penyakit stroke yang saya kutip dari detikhealth mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca.


Informasi Penyakit : http://blog-penyakit.blogspot.com/2012/05/gangguan-tidur-resiko-stroke.html

Cara deteksi gejala stroke pada perempuan

Cara deteksi gejala stroke pada perempuan - Berdasarkan artikel yang dina kutip dari detikhealth ternyata perempuan juga mempunyai resiko terhadap penyakit stroke berikut ini cara mendeteksi apakah anda sekarang mempunyai gejala stroke. Stroke tidak selalu menyerang laki-laki, karena tak sedikit perempuan yang mengalami hal ini. Untuk itu ketahui apa gejala awal yang muncul jika perempuan terkena serangan stroke. Hazel K. Goddess Fund for Stroke Research in Women menuturkan secara fisiologi tubuh perempuan berbeda dengan laki-laki dalam banyak hal, karenanya pencegahan dan pengobatan stroke bisa mempengaruhi perempuan secara berbeda. Namun kebanyakan perempuan tidak menyadari atau peduli terhadap risiko yang berkaitan dengan stroke. 

National Stroke Association mengungkapkan sekitar 40 persen perempuan yang disurvei menyatakan dirinya hanya tahu sedikit atau tidak tahu sama sekali gejala stroke. Diketahui banyak gejala umum yang bisa terjadi pada laki-laki dan perempuan Meski demikian, perempuan lebih mungkin mengalami tanda-tanda peringatan yang mendadak seperti  : Nyeri dada, Wajah dan anggota tubuh sakit, Sesak napas, Jantung berdebar, Kelemahan secara umum, Cegukan dan mual


Sementara itu ada pula faktor risiko eksklusif untuk perempuan yaitu menggunakan obat pengendali kelahiran, kehamilan, terapi pengganti hormon serta kadar trigliserida yang tinggi dan lemak perut berlebih. "Setelah menopause tekanan darah dan kadar kolesterol meningkat jadi lebih cepat sehingga meningkatkan risiko stroke," ujar Jan Flewelling dari Methodist Neurological Institute, seperti dikutip dari Foxnews, Kamis (24/5/2012). Perempuan yang memiliki lemak perut ekstra dan trigliserida tinggi 5 kali lebih mungkin untuk menderita stroke. Selain itu jika perempuan mengalami palpitasi maka bisa jadi tanda fibrilasi atrium yang merupakan penyebab utama stroke.

Zachariah P. Zachariah selaku presiden dan direktur Fort Lauderdale Heart Institute menuturkan masyarakat harus belajar memahami FAST karena bisa membantu menentukan apakah seseorang mengalami stroke atau tidak. FAST ini sendiri adalah :
  1. Face, cobalah periksa wajah perempuan tersebut dengan memintanya untuk tersenyum dan lihat apakah ada satu sisi yang lebih rendah dari sisi lain.
  2. Ask, mintalah ia untuk mengangkat kedua tangannya dan periksa apakah ada satu lengan yang posisinya lebih rendah dari yang lain.
  3. Say, mintalah ia mengatakan sesuatu yang sederhana untuk melihat apakah bicaranya melantur atau aneh.
  4. Time, jika melihat tanda-tanda tersebut maka segera ke rumah sakit karena waktu memainkan peran yang penting dalam menentukan keberhasilan penanganan stroke. (ver/ir)
Itulah artikel mengenai Cara deteksi gejala stroke pada perempuan yang dina kutip dari detikhealth mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca.
Informasi Penyakit : http://blog-penyakit.blogspot.com/2012/06/cara-deteksi-gejala-stroke-pada.html

Kompetensi Fisioterapi Dengan Stroke

Dari:Jowir
Kumpulan Makalah Ft

Gambaran Umum :

Stroke adalah kematian sel otak yang mendadak atau tiba-tiba oleh karena gangguan sirkulasi darah ke otak. ketika asupan darah keotak lemah, oksigen dan nutrisi yang penting untuk otak tidak dapat disalurkan. Akibatnya tenjadi ketidak normalan fungsi otak. Gangguan aliran darah keotak dapat terjadi oleh karena blokade atau kerusakan dari pembuluh arteri.

Stroke dapat disebabkan oleh trombosis, emboli, perdarahan subarachnoid dan lain-lain yang menimbulkan hemiplegia. Pemberian latihan pada pasien stroke akibat trombosis dan emboli jika tidak ada komplikasi lain dapat dimulai 2­3 hari setelah serangan dan bilamana terjadi perdarahan subarachnoid dimulai setelah 2 minggu. Pada stroke karena trombosis atau emboli pada penderita infark miokard tanpa komplikasi, program latihan dapat dimulai setelah minggu ke tiga, tetapi jika segera menjadi stabil dan tidak didapatkan aritmia, latihan yang gentle dapat dimulai pada hari ke sepuluh. Pada stroke yang berat lebih aman menunggu sampai tercapai complete stroke kemudian baru dimulal program latihan, meskipun hanya gerakan pasif saja yang diberikan. Jika proses penyebabnya dicurigai berasal dari arteri karotis ditunggu 18 s/d 24 jam dan jika penyebabnya dari sistem vertebrobasiler tunggu sampai 72 jam sebelum memastikan tidak ada perburukan lagi.
Ada beberapa bentuk metode atau tipe latihan yang dapat diaplikasikan oleh pasien stroke diantaranya adalah :

1. Conservative/Tradisional :

Metode latihan ini terkesan umum dan latihan-latihannyapun didasarkan penekanan pada pencegahan & perawatan kontraktur dengan mempertahankan luas gerak sendi atau latihan Range Of Motion (ROM exercises). Memperkenalkan mobilisasi dini kepasien dengan cara pengoptimalan sisi yang sehat untuk mengkompensasi sisi yang sakit. Tipe jenis latihannya adalah penguatan dengan menggunakan tahanan. 

2. Propioseptive Neuromuscular Fascilitation (Metode PNF)

Metode latihan ini bertujuan untuk merangsang respon mekanisme neuromuskuler melalui stimulasi proprioseptor. Bertujuan memfasilitasi pola gerakan sehingga mencapai “functional relevant” dengan tujuan memfasilitasi irradiasi impuls untuk tubuh bagian lain yang berhubungan dengan gerakan utama. Menggunakan rangsangan proprioseptif (streetching/peregangan otot, active movement/gerakan sendi dan resisted/tahanan terhadap kontraksi otot sebagai input sensorik yang didesain untuk memfasilitasi kontraksi otot spesifik)Tehnik-tehnik dari PNF dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Pemberian tahanan maksimal

2. Traksi & aproksimasi sendi

3. Quick stretch

4. Cutaneous pressure (hold & grip)

5. Gerakan sinergis (untuk memperkuat gerakan yang lemah)

6. Mempergunakan aba-aba yang sederhana (verbal)

7. Pola gerak : spiral - diagonal

3. Movement Therapy/Brunnstorm
Reedukasi otot menggunakan latihan refleks.

Teori :
Kerusakan susunan syaraf pusat/SSP telah menyebabkan evolusi terbalik & regresi kembali ke pola gerak filogenetik yang lebih tua (terjadi sinergi dan refleks primitive). Sinergi & refleks primitive ini dianggap sebagai bagian normal dari proses penyembuhan sebelum terbentuk pola baru.
Kombinasi eksteroseptif & proprioseptif
Tehnik :
  1. Memberikan tahanan pada ekstremitas yang normal, tapping (input sensoris) & tehnik relaksasi
  2. Diberikan sesuai dengan 6 stadium penyembuhan Twitchell :Flasiditas, Spastisitas dan onset sinergi, Peningkatan spastisitas & beberapa control sinergi volunteer, Penurunan spastisitas & peningkatan control sinergi volunteer, Tidak adanya control fungsi motorik dari sinergi, Gerakan sendi individual
  3. Tahapan tehnik latihan : Merangsang gerak sinergis (Associated Reaction Pathological Tonic Neck & Labyrinthine reflex)
Mengontrol gerakan sinergi :
  • Latihan terlepas dari pengaruh pola sinergis (dengan gerakan kombinasi pola sinergis antagonis)
  • Merangsang fungsi tangan & jari tangan secara volunteer, ada beberapa tahapan yang harus diperhatikan dalam latihan ini diantaranya adalah :
    • Tahap 1-3 : merangsang control volunteer sinergis & memakai gerakan ini untuk aktifitas stabilisasi obyek /àyang bertujuan (ROM bahu, abd volunteer, untuk ADL memegang, menjinjing, dll)
    • Tahap 4-5 : mengontrol flexor & ekstensor sinergi sehingga penderita dapat melakukan aktifitas fungsional
    • Tahap 6 : ketrampilan tangan dengan melatih fungsi tangan
4. Neurodevelopmental Technique/Bobath

Teori :
Pola gerakan patologis tidak boleh digunakan untuk latihan oleh karena penggunaan berulang jalur eferen patologis dapat menyebabkan ekspansi ke jalur normal. Menggunakan konsep hirarki fungsi SSP manusia, dengan komponen yang saling integral : input sensorik & system feedback motorik. Konsep motor relearning mungkin dapat berurutan seperti pada perkembangan normal dan Berlawanan dengan Brunnstorm & PNF.
Prinsip :
  1. Kontrol pola spastisitas dengan menghambat pola abnormal
  2. Fasilitasi pola normal / refleks postural normal (righting & equilibrium reaction)
Tujuan :
  1. Stabilisasi tonus postural
  2. Inhibisi pola abnormal / gerakan abnormal
  3. Fasilitasi refleks otomatis & pola gerakan normal yang lebih selektif & persiapan ketrampilan fungsional
Tehnik :
  1. Reflex Inhibiting Posture/pattern (RIP) : meletakkan anggota gerak dalam posisi pola antispastik
  2. Key Point of Control (KPOC) : menghambat spastisitas & pola gerak abnormal sekaligus memberi fasilitasi pola gerak yang normal 
    • Proximal KPOC (shoulder, hip dan trunk) 
    • Distal KPOC (tangan & kaki) Tidak menganjurkan pemakaian alat bantu jalan, oleh karena latihan NDT menekankan penggunaan & weight bearing pada sisi lumpuh
  3. Push-pull technique : tehnik untuk menimbulkan ekstensi terutama pada lengan di mana fleksi lebih dominan
  4. Placing & holding : mempertahankan posisi dalam RIP position
  5. Tapping : pada otot antagonis dari otot yang spastik

5. Sensory Motor Approach
Fasilitasi/inhibisi pergerakan melalui stimulasi proprioceptor, exteroceptor atau enteroceptor.

Teori :
Deficit motorik adalah hilangnya fungsi yang terjadi dipandang dari sudut pandang yangàselama perkembangan sensorimotorik normal berhubungan dengan input sensorik
Stimulasi kulit untuk fasilitasi stabilisasi & mobilisasi otot :
  1. Stimulasi free nerve ending : Fasilitasi pada kulit di atas otot stabilisator 30 menit sebelum terapi untuk brushing yang tujuannya memfasilitasi gamma motor neuron dengan tujuan untuk stabilitas otot proksimal sendi (biasanya menggunakan electrically powered brush), Aplikasi dengan es (suhu 12-17derajat F) 3-5 menit memfasilitasi C fiber
  2. Fasilitasi mobilizing muscle : Quick stroking / icing pada tangan, kaki &/bibir
  3. Stimulasi otot stabilisator : Electric brushing/repetitive icing dengan tujuan stimulasi stabilisator secondary muscle & inhibisi spastic mobilizing muscle


jurnal fisioterapi : http://jurnal-fisioterapi.blogspot.com/2012/07/kompetensi-fisioterapi-dengan-stroke.html

PERAN FISIOTERAPI PADA STROKE


PERAN SERTA FISIOTERAPI PADA STROKE
Dari Jowir (fisioterapis anda)



Rehabilitasi stroke adalah program pemulihan pada kondisi stroke yang bertujuan untuk mengoptimalkan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional pasien stroke, sehinga mereka mampu mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Program rehabilitasi ini bisa dibilang merupakan program yang tidaklah mudah, karena setelah stroke terkadang menyisakan kelumpuhan terutama pada sisi yang terkena, timbul nyeri, subluksasi pada bahu, pola jalan yang salah dan masih banyak kondisi yang perlu dievaluasi oleh fisioterapis.

Fisioterapis dalam memulai rehabilitasi stroke ini harus disegerakan atau dalm istilahnya mendesak dimulai dari stadium akut. Fisioterapis harus mengevaluasi terlebih dahulu tentang apa yang tidak mampu pasien lakukan dan hasil akhir yang akan dicapai dari rehabilitasi stroke ini. Contoh ketidakmampuan yang dimiliki oleh pasien stroke adalah : kelemahan dan penurunan daya tahan otot, penurunan range of motion /luas gerak sendi, gangguan sensasi pada angota badan dan masalah pada pola jalannya. rehabilitasi stroke harus mengacu pada kondisi yang dialami pasien saat itu sehingga rencana untuk rehabilitasi ini lebih terarah dan efisien.
Pada rehabilitasi stroke pasien akan belajar menggunakan anggota tubuh yang terkena stroke yang seringkali anggota tubuh ini jarang digunakan atau tidak digunakan sama sekali oleh pasien, sedangkan fisioterapis mengevaluasi apakah anggota tubuh yang terkena stroke tersebut fungsinya sama dengan kondisi sebelum stroke. Jika tidak maka fisioterapis akan mengajarkan bagaimana mengoptimalkan angota tubuh sisi yang terkena.

Fisioterapis menggunakan program rehabilitasi ini untuk memastikan bahwa pasien benar-benar memakai anggota tubuh yang terkena stroke. Fisioterapis harus membuat latihan yang bertujuan mengoptimalkan anggota tubuh yang terkena tersebut, dengan cara menciptakan suatu aktivitas yang sederhana/mudah dipahami pasien dan mengacu pada kekurangan apa yang harus ditambahkan pada pasien. Terkadang perlu juga menciptakan suatu aktivitas dimana pasien tidak mengetahui bahwa sebenarnya latihan tersebut ditujukan untuk anggota tubuh yang lemah.
Jika pasien kesulitan dalam melakukan gerakan aktif seuai dengan luas gerak sendinya maka fisioterapis dapat membantu memfasilitasi gerakan aktif tersebut. Karena dengan ketidakmampuan yang dimiliki oleh angota tubuh sisi yang terkena dalam melakukan fungsinya, kebanyakan pasien selalu menggunakan sisi yang sehat untuk melakukan aktivitas aktif. Dalam memberikan latihan seorang fisioterapis tidak saja terfokus pada sisi yang sakit saja tetapi sisi yang sehat juga harus dioptimalkan fungsinya, karena sisi yang sehat sangat menopang untuk program rehabilitasi.
Penelitian terbaru menunjukkan fisioterapi dapat membantu meningkatkan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional pasien stroke pada program rehabilitasi jika pasien melanjutkan program latihan tersebut secara teratur dirumah. Pasien akan belajar pola jalan yang benar, meningkatkan kekuatan ototnya, selain itu di program rehabilitasi ini mereka akan mendapatkan parogram latihan keseimbangan dan bagaimana cara memperbaiki postur ubuhnya dan latihan yang bagaimanakah yang dapat menghindarkan dari terjatuh.

Ada bermacam-macam metode yang bisa ditawarkan fisioterapi untuk kasus ini, dan semua metode tersebut bertujuan mengembalikan kapasitas fisik dan fungsional anggota tubuh yang terkena stroke. Elektrikal stimulasi, hidroterapi dan beberapa metode yang lain bisa ditawarkan fisioterapis. Untuk itu rehabilitasi stroke tidak lengkap bila tidak ada campur tangan dari fisioterapi.


FISIOTERAPI All In One : http://feedproxy.google.com/~r/FisioterapiAllInOne/~3/TOStLNHjj38/peran-fisioterapi-pada-stroke.html