ARTIKEL GIZI DAN KESEHATAN : http://artikelgizikesehatan.blogspot.com/2013/03/keluarkan-darah-penanganan-darurat-saat.html
Keluarkan Darah: Penanganan Darurat Saat Stroke
ARTIKEL GIZI DAN KESEHATAN : http://artikelgizikesehatan.blogspot.com/2013/03/keluarkan-darah-penanganan-darurat-saat.html
Perawatan Pasca Stroke Di Rumah
Karena penyakit stroke ini adalah menyerang organ persyarafan, maka pada umumnya akan menimbulkan gejala lanjutan seperti halnya kelumpuhan serta kelemahan beberapa anggota gerak tubuh dan tentunya ini akan membutuhkan pengetahuan bagaimana cara merawat pasien stroke di rumah bagi anggota keluarga lainnya.
Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian ketika kita merawat dan melakukan perawatan penderita stroke yang telah pulang ke rumah diantaranya yaitu :
- Memberikan dukungan dan juga perhatian untuk pemulihan kesehatan pasien, seperti halnya dalam hal mengantar pasien untuk kontrol dan juga mengingatkan pada saat waktu minum obat. Selain itu pasien-pasien dengan stroke karena disabilitasnya sering jatuh dalam depresi, pendampingan dan dukungan penuh dari keluarga serta semangat dari keluarga akan sangat menolong pemulihan.
- Mendampingi pasien dalam melakukan aktifitas kegiatan sehari-hari, dan memberikan bantuan jika memang diperlukan.
- Melakukan pengontrolan tekanan darah secara rutin, paling tidak dalam seminggu sekali. Karena faktor resiko stroke adalah peningkatan tekanan darah tinggi (Hipertensi). Kontrol tekanan darah dan kolesterol adalah kunci untuk pencegahan dari kejadian-kejadian stroke atau stroke berulang dimasa depan. Ini adalah salah satu dari tips merawat pasien stroke di rumah.
- Kamar tidur dekat dengan kamar mandi atau WC agar mudah untuk dijangkau.
- Adanya pegangan di kamar mandi yang digunakan.
- Menyediakan alat bantu komunikasi jika diperlukan, misalnya adalah dengan menyediakan kertas serta pena di dekat pasien.
- Menyediakan alat bantu berjalan atau berpindah tempat bagi pasien stroke seperti halnya kursi roda ataupun tongkat (walker).
- Menyediakan dan mendekatkan barang-barang yang sering digunakan seperti buku-buku atau telepon.
- Menyediakan alas kaki yang nyaman yang memudahkan untuk leluasa dalam berjalan.
- Posisi tempat tidur dan terapi fisik untuk stroke. Tempat tidur ideal untuk pasien stroke adalah tempat tidur yang padat dengan bagian kepala cukup keras untuk menopang berat ketika disandarkan. Membalikkan pasien dari satu sisi ke sisi lainnya dan mengubah posisi lengan dan tungkai setiap 2 jam. Pijatlah tungkai yang lumpuh 1-2 kali sehari. Menopang tungkai yang lemah dengan bantal. Dan ini pula merupakan bagian dari cara merawat pasien stroke.
- Membalik pasien. Untuk membalik pasien di tempat tidur, orang yang merawat harus menyelipkan lengan mereka di bawah tubuh penderita stroke dan menarik pasien ke arah mereka. Jika pasien sudah berputar, bukalah dan kencangkan sprei di bawahnya. Punggung pasien diperiksa untuk melihat tanda-tanda dekubitus. Karena dengan pasien yang terbaring lemah di tempat tidur dalam jangka waktu lama akan bisa menimbulkan tanda-tanda dekubitus termasuk tanda dekubitus pasien stroke.
- Perawatan kulit pada pasien stroke. Sama halnya dengan di atas, bahwa tujuan perawatan kulit penderita stroke ini juga mencegah adanya dekubitus. Membersihkan kulit dengan air hangat, spons dan sedikit antiseptik atau sabun paling tidak sehari sekali. Kulit penderita harus dijaga tetap kering dan bila perlu diberi bedak.
- Perawatan Mata dan Mulut. Pada pasien yang mengalami kesulitan dalam menelan dan minum maka pada bagian mulutnya pula harus dibersihkan dengan sikat yang lembut dan lembab. Menggunakan kain lembab yang bersih ketika membersihkan kelopak mata bila diperlukan.
- Menelan dan Makan. Dalam hal membantu mengatasi kesulitan dalam menelan ini dipelukan pula bantuan ahli terapi wicara dan juga ahli gizi akan bisa memberikan nasehat berkaitan dengan konsistensi makanan serta minuman yang sesuai. Bila mengalami gangguan menelan, bila perlu memberikan makanan melalui selang (NGT Nas Gastric Tube) yaitu selang yang dimasukkan dari hidung sampai dengan lambung untuk memudahkan pemberian makanan. Untuk mencegah tersedak dan juga pneumonia aspirasi, semua makanan harus dimakan dalam keadaan duduk, jangan dengan berbaring.
Dan mengetahui akan pencegahan penyakit stroke akan lebih baik daripada memberikan pengobatan stroke dan perawatan stroke itu sendiri. Karena hal apapun termasuk dalam bidang kesehatan mencegah akan jauh lebih baik daripada mengobati.
Blog Keperawatan : http://askep-net.blogspot.com/2013/02/perawatan-pasca-stroke-di-rumah.html
Mencegah Stroke
lalu bagaimana kita mengenali akan tanda gejala ciri penyakit stroke ini. Karena dengan kita mengenali akan tanda-tanda dari penyakit tersebut kita akan bisa melakukan beberapa langkah-langkah dan cara pencegahan stroke ini terjadi pada diri kita dan juga kepada keluarga kita tentunya. Karena berhubungan dengan sistem persyarafan dan neurologis tentunya gejala stroke berkaitan erat dengan fungsi-fungsi syaraf dalam tubuh kita. Misalnya dengan adanya kelumpuhan pada bagian salah satu tubuh, tonus otot lemah atau kaku, gangguan persepsi dan sejenisnya.
Karena berhubungan erat dengan pembuluh darah, maka erat pula hubungannya dengan angka kejadian penyakit jantung koroner. Mencegah stroke ini harus diketahui masyarakat luas agar nantinya program pemerintah dalam bidang kesehatan khususnya hal ini akan bisa berjalan dengan baik bila mendapat dukungan dari masyarakat pula. Sehingga angka kematian akibat penyakit stroke bisa pula ditekan.
Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk mencegah stroke ini. Tips pencegahan stroke diantaranya yaitu :
- Mengendalikan tekanan darah. Hipertensi menyumbang 35-50% dari risiko stroke. Studi epidemiologis menunjukkan bahwa bahkan pengurangan tekanan darah kecil (5 sampai 6 mmHg sistolik, 2 sampai 3 mmHg diastolik) akan menghasilkan 40% lebih sedikit stroke. Menurunkan tekanan darah telah meyakinkan menunjukkan untuk mencegah stroke iskemik dan baik hemoragik. Hal ini sama pentingnya dalam pencegahan sekunder. Sehingga langkah awal kita adalah dengan menjaga tekanan darah kita dalam keadaan normal pula.
- Membiasakan diri berolahraga. Manfaat yang besar yang terdapat dalam olahraga itu sendiri bukan hanya cara mencegah penyakit ini, tetapi juga penyakit-penyakit lainnya akan bisa dicegah dengan kita rajin berolahraga. Melakukan aktivitas fisik secara teratur dengan berolahraga termasuk dalam tips membantu menurunkan tensi darah dan menciptakan keseimbangan lemak yang sehat dalam darah. Riset menunjukan bahwa mereka yang mulai latihan olahraga pada usia antara 25-40 tahun, risiko terserang stroke berkurang 57%. Sedangkan yang mulai latihan olahraga pada usia 40-55 tahun, kesempatannya hanya 37%.
- Menjaga pola makan yang sehat. Sebagian besar jenis penyakit disumbangkan karena pola makan kita yang tidak sehat. Makanan tinggi serat akan membantu dalam pencegahan penyakit ini dan juga turut andil mengendalikan lemak dalam darah. Karena kolesterol juga penyumbang resiko stroke ini. Mengurangi makanan berlemak dapat menjaga kadar kolesterol jahat dalam batas normal, sehingga dapat mempertahankan keelastisitasan daripada kondisi dinding pembuluh darah dan hal ini termasuk cara mencegah stroke yang bisa kita lakukan.
- Gangguan aritmia jantung. Seperti telah diungkap di atas, hubungan jantung dengan stroke erat, maka bila ada gangguan disritmia jantung khususnya adalah AF (Atrial Fibrilasi) bisa menimbulakn resiko terjadinya penyakit ini. Pasien dengan fibrilasi atrium memiliki risiko 5% setiap tahun untuk mengembangkan stroke, dan risiko ini bahkan lebih tinggi pada mereka dengan atrial fibrilasi pada pasien dengan kelainan dan penyerta penyakit katup jantung pula.
- Hindari pula kebiasaan-kebiasaan tidak sehat seperti halnya merokok, minum beralkohol dan kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya. Kebiasaan merokok dapat menyebabkan atherosclerosis (pengerasan dinding pembuluh darah) dan membuat darah menjadi mudah untuk menggumpal dan darah menggumpal akan meningkatkan resiko stroke ini. Sedangkan alkohol dapat menaikkan tekanan darah, sehingga tidak mengkonsumsinya berarti kita turut andil dalam menghindarkan diri dari tekanan darah tinggi yang merupakan faktor tertinggi penyumbang stroke.
Blog Keperawatan : http://askep-net.blogspot.com/2012/12/mencegah-stroke.html
Penyakit stroke
Penyebab penyakit stroke
Informasi Penyakit : http://blog-penyakit.blogspot.com/2012/05/penyakit-stroke.html
Penyebab penyakit stroke
Tanda-tanda dan Gejala Penyakit Stroke
Informasi Penyakit : http://blog-penyakit.blogspot.com/2012/05/penyebab-penyakit-stroke.html
Gejala penyakit stroke
Gejala Penyakit Stroke yang terlihat
Penyebab Gejala Stroke
Informasi Penyakit : http://blog-penyakit.blogspot.com/2012/05/gejala-penyakit-stroke.html
Gangguan tidur ; resiko stroke
Gangguan bernafas saat tidur
OSA (Obstructive Sleep Apnea) dan stroke
Nah, itulah artikel kesehatan mengenai gangguan tidur terhadap resiko penyakit stroke yang saya kutip dari detikhealth mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca.
Informasi Penyakit : http://blog-penyakit.blogspot.com/2012/05/gangguan-tidur-resiko-stroke.html
Cara deteksi gejala stroke pada perempuan
Zachariah P. Zachariah selaku presiden dan direktur Fort Lauderdale Heart Institute menuturkan masyarakat harus belajar memahami FAST karena bisa membantu menentukan apakah seseorang mengalami stroke atau tidak. FAST ini sendiri adalah :
- Face, cobalah periksa wajah perempuan tersebut dengan memintanya untuk tersenyum dan lihat apakah ada satu sisi yang lebih rendah dari sisi lain.
- Ask, mintalah ia untuk mengangkat kedua tangannya dan periksa apakah ada satu lengan yang posisinya lebih rendah dari yang lain.
- Say, mintalah ia mengatakan sesuatu yang sederhana untuk melihat apakah bicaranya melantur atau aneh.
- Time, jika melihat tanda-tanda tersebut maka segera ke rumah sakit karena waktu memainkan peran yang penting dalam menentukan keberhasilan penanganan stroke. (ver/ir)
Informasi Penyakit : http://blog-penyakit.blogspot.com/2012/06/cara-deteksi-gejala-stroke-pada.html
Kompetensi Fisioterapi Dengan Stroke
Kumpulan Makalah Ft
Gambaran Umum :
1. Pemberian tahanan maksimal
- Memberikan tahanan pada ekstremitas yang normal, tapping (input sensoris) & tehnik relaksasi
- Diberikan sesuai dengan 6 stadium penyembuhan Twitchell :Flasiditas, Spastisitas dan onset sinergi, Peningkatan spastisitas & beberapa control sinergi volunteer, Penurunan spastisitas & peningkatan control sinergi volunteer, Tidak adanya control fungsi motorik dari sinergi, Gerakan sendi individual
- Tahapan tehnik latihan : Merangsang gerak sinergis (Associated Reaction Pathological Tonic Neck & Labyrinthine reflex)
- Latihan terlepas dari pengaruh pola sinergis (dengan gerakan kombinasi pola sinergis antagonis)
- Merangsang fungsi tangan & jari tangan secara volunteer, ada beberapa tahapan yang harus diperhatikan dalam latihan ini diantaranya adalah :
- Tahap 1-3 : merangsang control volunteer sinergis & memakai gerakan ini untuk aktifitas stabilisasi obyek /Ã yang bertujuan (ROM bahu, abd volunteer, untuk ADL memegang, menjinjing, dll)
- Tahap 4-5 : mengontrol flexor & ekstensor sinergi sehingga penderita dapat melakukan aktifitas fungsional
- Tahap 6 : ketrampilan tangan dengan melatih fungsi tangan
- Kontrol pola spastisitas dengan menghambat pola abnormal
- Fasilitasi pola normal / refleks postural normal (righting & equilibrium reaction)
- Stabilisasi tonus postural
- Inhibisi pola abnormal / gerakan abnormal
- Fasilitasi refleks otomatis & pola gerakan normal yang lebih selektif & persiapan ketrampilan fungsional
- Reflex Inhibiting Posture/pattern (RIP) : meletakkan anggota gerak dalam posisi pola antispastik
- Key Point of Control (KPOC) : menghambat spastisitas & pola gerak abnormal sekaligus memberi fasilitasi pola gerak yang normal
- Proximal KPOC (shoulder, hip dan trunk)
- Distal KPOC (tangan & kaki) Tidak menganjurkan pemakaian alat bantu jalan, oleh karena latihan NDT menekankan penggunaan & weight bearing pada sisi lumpuh
- Push-pull technique : tehnik untuk menimbulkan ekstensi terutama pada lengan di mana fleksi lebih dominan
- Placing & holding : mempertahankan posisi dalam RIP position
- Tapping : pada otot antagonis dari otot yang spastik
- Stimulasi free nerve ending : Fasilitasi pada kulit di atas otot stabilisator 30 menit sebelum terapi untuk brushing yang tujuannya memfasilitasi gamma motor neuron dengan tujuan untuk stabilitas otot proksimal sendi (biasanya menggunakan electrically powered brush), Aplikasi dengan es (suhu 12-17derajat F) 3-5 menit memfasilitasi C fiber
- Fasilitasi mobilizing muscle : Quick stroking / icing pada tangan, kaki &/bibir
- Stimulasi otot stabilisator : Electric brushing/repetitive icing dengan tujuan stimulasi stabilisator secondary muscle & inhibisi spastic mobilizing muscle
jurnal fisioterapi : http://jurnal-fisioterapi.blogspot.com/2012/07/kompetensi-fisioterapi-dengan-stroke.html
PERAN FISIOTERAPI PADA STROKE
Dari Jowir (fisioterapis anda)
Fisioterapis dalam memulai rehabilitasi stroke ini harus disegerakan atau dalm istilahnya mendesak dimulai dari stadium akut. Fisioterapis harus mengevaluasi terlebih dahulu tentang apa yang tidak mampu pasien lakukan dan hasil akhir yang akan dicapai dari rehabilitasi stroke ini. Contoh ketidakmampuan yang dimiliki oleh pasien stroke adalah : kelemahan dan penurunan daya tahan otot, penurunan range of motion /luas gerak sendi, gangguan sensasi pada angota badan dan masalah pada pola jalannya. rehabilitasi stroke harus mengacu pada kondisi yang dialami pasien saat itu sehingga rencana untuk rehabilitasi ini lebih terarah dan efisien.Pada rehabilitasi stroke pasien akan belajar menggunakan anggota tubuh yang terkena stroke yang seringkali anggota tubuh ini jarang digunakan atau tidak digunakan sama sekali oleh pasien, sedangkan fisioterapis mengevaluasi apakah anggota tubuh yang terkena stroke tersebut fungsinya sama dengan kondisi sebelum stroke. Jika tidak maka fisioterapis akan mengajarkan bagaimana mengoptimalkan angota tubuh sisi yang terkena.
Fisioterapis menggunakan program rehabilitasi ini untuk memastikan bahwa pasien benar-benar memakai anggota tubuh yang terkena stroke. Fisioterapis harus membuat latihan yang bertujuan mengoptimalkan anggota tubuh yang terkena tersebut, dengan cara menciptakan suatu aktivitas yang sederhana/mudah dipahami pasien dan mengacu pada kekurangan apa yang harus ditambahkan pada pasien. Terkadang perlu juga menciptakan suatu aktivitas dimana pasien tidak mengetahui bahwa sebenarnya latihan tersebut ditujukan untuk anggota tubuh yang lemah.
Jika pasien kesulitan dalam melakukan gerakan aktif seuai dengan luas gerak sendinya maka fisioterapis dapat membantu memfasilitasi gerakan aktif tersebut. Karena dengan ketidakmampuan yang dimiliki oleh angota tubuh sisi yang terkena dalam melakukan fungsinya, kebanyakan pasien selalu menggunakan sisi yang sehat untuk melakukan aktivitas aktif. Dalam memberikan latihan seorang fisioterapis tidak saja terfokus pada sisi yang sakit saja tetapi sisi yang sehat juga harus dioptimalkan fungsinya, karena sisi yang sehat sangat menopang untuk program rehabilitasi.
Penelitian terbaru menunjukkan fisioterapi dapat membantu meningkatkan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional pasien stroke pada program rehabilitasi jika pasien melanjutkan program latihan tersebut secara teratur dirumah. Pasien akan belajar pola jalan yang benar, meningkatkan kekuatan ototnya, selain itu di program rehabilitasi ini mereka akan mendapatkan parogram latihan keseimbangan dan bagaimana cara memperbaiki postur ubuhnya dan latihan yang bagaimanakah yang dapat menghindarkan dari terjatuh.
Ada bermacam-macam metode yang bisa ditawarkan fisioterapi untuk kasus ini, dan semua metode tersebut bertujuan mengembalikan kapasitas fisik dan fungsional anggota tubuh yang terkena stroke. Elektrikal stimulasi, hidroterapi dan beberapa metode yang lain bisa ditawarkan fisioterapis. Untuk itu rehabilitasi stroke tidak lengkap bila tidak ada campur tangan dari fisioterapi.
FISIOTERAPI All In One : http://feedproxy.google.com/~r/FisioterapiAllInOne/~3/TOStLNHjj38/peran-fisioterapi-pada-stroke.html



















