Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Tampak depan Kampus terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

10 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan dalam Seminggu

Ada pesta harus dihadiri seminggu lagi, dan Anda merasa gaun kesayangan dipakai ke pesta nanti lebih sempurna...

Keperawatan Medikal Bedah

Bersama kita bisa......

Go Abroad....

Program pasca sarjana UMY yang istimewa muda mendunia...

The Great University

UMY is most popular in yogyakarta....

Showing posts with label pada. Show all posts
Showing posts with label pada. Show all posts

Perbandingan Antara High Grade dan Low Grade Teknik Mobilisasi untuk Capsulitis Adhesiva pada Bahu : Randomized Controlled Trial





Comparison of High-Grade and Low-Grade Mobilization Techniques in the Management of Adhesive Capsulitis of the Shoulder: Randomized Controlled Trial.
Henricus M Vermeulen, Piet M Rozing, Wim R Obermann, Saskia le Cessie and Thea PM Vliet Vlieland PHYS THER. 2006; 86:355-368.


ABSTRACT

Background and Purpose. In many physical therapy programs for subjects with 
adhesive capsulitis of the shoulder, mobilization techniques are an important 
part of the intervention. The purpose of this study was to compare the 
effectiveness of high-grade mobilization techniques (HGMT) with that of 
low-grade mobilization techniques (LGMT) in subjects with adhesive capsulitis 
of the shoulder. 

Subjects. One hundred subjects with unilateral adhesive 
capsulitis lasting 3 months or more and a 50% decrease in passive joint 
mobility relative to the nonaffected side were enrolled in this study. 

Methods. 
Subjects randomly assigned to the HGMT group were treated with intensive 
passive mobilization techniques in end-range positions of the glenohumeral 
joint, and subjects in the LGMT group were treated with passive mobilization 
techniques within the pain-free zone. The duration of treatment was a 
maximum of 12 weeks (24 sessions) in both groups. Subjects were assessed at 
baseline and at 3, 6, and 12 months by a masked assessor. Primary outcome 
measures included active and passive range of motion and shoulder disability
(Shoulder Rating Questionnaire [SRQ] and Shoulder Disability Questionnaire 
[SDQ]). An analysis of covariance with adjustments for baseline values 
and a general linear mixed-effect model for repeated measurements were 
used to compare the change scores for the 2 treatment groups at the various
time points and over the total period of 1 year, respectively. 

Results. Overall, 
subjects in both groups improved over 12 months. Statistically significant 
greater change scores were found in the HGMT group for passive abduction 
(at the time points 3 and 12 months), and for active and passive external 
rotation (at 12 months). A statistically significant difference in trend between 
both groups over the total follow-up period of 12 months was found for passive 
external rotation, SRQ, and SDQ with greater change scores in the HGMT 
group. 

Discussion and Conclusion. In subjects with adhesive capsulitis of the 
shoulder, HGMTs appear to be more effective in improving glenohumeral
joint mobility and reducing disability than LGMTs, with the overall differences 
between the 2 interventions being small. [Vermeulen HM, Rozing PM, 
Obermann WR, et al. Comparison of high-grade and low-grade mobilization 
techniques in the management of adhesive capsulitis of the shoulder: 
randomized controlled trial. Phys Ther. 2006;86:355–368.]

Full text dapat di download disini

jurnal fisioterapi : http://jurnal-fisioterapi.blogspot.com/2013/02/perbandingan-antara-high-grade-dan-low.html

PLANTAR FACITIS PADA KAKI


PLANTAR FACITIS












Plantar facitis merupakan penyebab utama yang paling umum terjadi pada nyeri tumit, facia ini terkadang terluka atau meradang tanpa diketahui penyebabnya, tetapi pelari sering mengeluh terkena plantar facitis. Seseorang yang mempunyai kaki dengan biomekanik yang buruk (flat foot) juga sering terdampak plantar facitis. Nyeri saat berjalan pada telapak kaki terkadang sampai pembengkakan sering dikeluhkan pasien dengan plantar facitis. Terkadang plantar facitis yang akut menyebabkan pasien kesulitan untuk berjalan/pincang dan dibutuhkan alat bantu seperti orthotik dan tongkat agar bisa berjalan dengan baik. Jenis dari plantar facitis dapat disebabkan oleh dua metode ini kalau tidak traction/penguluran ya mungkin karena compression/tekanan. Jenis plantar facitis compression ini kebanyakan disebabkan oleh trauma/benturan, keluhan nyeri lebih dominan pada area lengkungan kaki dibandingkan pada tumit, dan penggunaan heel cup/cussion sangat membantu mengurangi nyeri. Sedangkan pada palantar facitis jenis traction ini, nyeri karena plantar facitis tidak hilang dengan pemakaian heel cup/cussion, tetapi pasien dianjurkan menggunakan taping atau menggunakan alat bantu yang spesial untuk plantar facitis atau juga soft orthotic.







Cara Mendiagnosa Plantar Faciitis


Fisioterapis dapat menanyakan pada pasien tentang kapan nyeri pada tumit timbul, biasanya pasien akan mengeluh nyeri pada pagi hari ketika bangun tidur, nyeri bertambah bila pasien melangkahkan kaki dan nyeri akan berkurang jika kaki terus dipaksakan berjalan. Fisioterapis juga dapat melakukan palpasi/perabaan dengan disertai sedikit penekanan di telapak kaki pasien, jika pasien mengeluh nyeri pada daerah tumit atau lebih tepat pada area facia maka dipastikan pasien terkena plantar facitis. Selain itu fisioterapis dapat memprovokasi nyeri dengan menyuruh pasien berdiri bertumpu pada tumitnya/active toe raise dan gerakan passive dorsi fleksi yang disertai penguluran. Untuk memastikan diagnosa apakah itu plantar facitis atau nyeri rujukan, fisioterapis dituntut pula untuk memeriksa area ekstremitas bawah (paha dan betis) dan tulang belakang juga. 


Untuk menunjang diagnosa plantar facitis, pasien dianjurkan untuk melakukan X-ray atau MRI supaya lebih jelas dan mantap





Peran Fisioterapi


Fisioterapis sangat membantu dalam program pemulihan anda, berikut ini beberapa program yang dilakukan fisioterapi :


1. Menurunkan Nyeri, dengan pemanfaatan elektroterapi atau ice pack, pemijatan dan penguluran yang tepatguna.


2. Taping


3. Pemasangan heel cup/cussion atau dapat bekerjasama dengan OT dengan pembuatan bantalan sepatu khusus, koreksi arc kaki (pemasangan splint) dsb.


4. Edukasi pada pasien tentang aktivitas yang dapat menimbulkan dan mengurangi nyeri


5. Pada kasus tertentu ultrasound dengan frekuensi 3 mhz intensity 1,5 w/cm2 waktu 4 menit dilaporkan dapat mengurangi nyeri pasien.





FISIOTERAPI All In One : http://feedproxy.google.com/~r/FisioterapiAllInOne/~3/pd0Ipg-_mQs/plantar-facitis-pada-kaki.html

PENGAPURAN PADA TUMIT

HEEL SPURS (CALCANEAL SPUR)










Pada aktivitas sehari-hari tumit cukup mempunyai peranan penting dalam kehidupan kita, nyeri yang timbul pada tumit dapat mengganngu aktivitas yang ada. Heel spurs/pengapuran pada tumit sering menimpa pada orang yang menggunakan tumit sebagai aktivitas tumpuan dan pijakan, misalnya seperti pelari. Heel spurs adalah kelainan yang timbul sebagai kelanjutan dari plantar facitis yang tidak segera ditangani/delayed healing. Biasanya jika pasien mengalami facitis/peradangan/perlukaaan pada facia, maka tubuh dalam hal ini fibroblastic akan meperbaikinya dalam waktu setidaknya 6 minggu, tetapi jika dalam kurun waktu tersebut tidak ada penyembuhan maka tubuh akan merekrut osteoblast. Osteoblast adalah zat yang membentuk tulang. Jadi jika dalam waktu 6 minggu facia yang terluka/meradang tersebut tidak sembuh maka terbentuklah tulang pada area tersebut, proses ini dinamakan sebagai calcifikasi dan bentukan tulang yang terjadi dinamakan heel spur atau pengapuran tumit.










Cara Menangani Heel Spurs


Terapi pada heel spurs ini tidak jauh berbeda dengan penanganan pada kasus plantar facitis, Fisioterapis akan memeriksa dan mengevaluasi kondisi pada pasien dan memberikan terapi berdasarkan kebutuhan pasien. Dalam kasus ini fisioterapi dapat melakukan tindakan sebagai berikut :


1. Menurunkan Nyeri.


Fisioterapi dapat menyarankan pada pasien untuk membatasi aktivitas yang dapat menimbulkan nyeri, penggunaan ice pack, electrotherrapy dan massage tehnik


2. Penggunaan soft orthotic


Pasien dianjurkan membeli heel cussion sebagai bantalan yang diberikan pada tumit dalam aktivitas berjalan.


3. Penguatan Otot


Latihan-latihan pada otot-otot ankle bertujuan supaya terjaga stabilitas dan masanya, biasanya juga pasien akan mengalami kaku otot pada daerah ankle, untuk itu latihan dapat mengurangi ketegangan otot


4. Taping


Dalam suatu penelitian disebutkan bahwa penerapan taping sangat berguna dan efektif menurunkan peradangan yang ditimbulkan daripada obat anti inflamatory.


5. Penguluran pada Facia


Penguluran pada facia juga dilaporkan dapat mengurangi nyeri yang timbul pada heel spurs ini, lakukan secara tepat dan perlahan-lahan.




Jika Dibiarkan Apa Yang Terjadi?


Jika dibiarkan maka proses pengapuran ini akan bertambah luas dan nyeri yang ditimbulkanpun juga semakin hebat sehingga aktivitas berjalanpun juga terganggu. Biasanya pasien akan berjalan pincang sebagai kompensasi dari nyeri yang ditimbulkan. Untuk itu jangan segan-segan keklinik fisioterapi terdekat untuk mengkonsultasikan masalah anda.


FISIOTERAPI All In One : http://feedproxy.google.com/~r/FisioterapiAllInOne/~3/GjOJqFscghw/pengapuran-pada-tumit.html

CHONDROMALACIA PADA LUTUT

CHONDROMALACIA PATELLA










Pendahuluan


Chondromalacia bukanlah produk atau makanan yang berasal dari tetangga jiran (malaysia) tetapi chondromalacia adalah kelainan tulang rawan/soft cartilage yang berada dibawah permukaan tulang tempurung/patella. Chondromalacia juga bisa dikatakan sebagai hasil iritasi yang terjadi pada bagian permukaan bawah tulang tempurung karena adanya tulang rawan lunak yang menyelimuti permukaan bawah tulang tempurung tersebut. Umumnya tulang rawan tersebut meluncur dengan mudah melewati lutut pada saat posisi lutut menekuk, tetapi karena adanya kelainan ini maka tempurung lutut bergesekan dengan salah satu sendi lutut dan hal itu menyebabkan tulang rawan teriritasi dan dampaknya lutut menjadi sakit.


Anak muda yang gemar berolahraga kadang bisa terkena condromalacia ini, dalam hal ini olahraga seperti sepak bola, petenis, pesenam, pelari juga dilaporkan bisa menyebabkan kelainan ini. Orang yang tidak gemar berolahraga tetapi sering melakukan aktivitas naik-turun tangga dirumahnya juga dilaporkan terdampak kelainan ini juga.







Penyebab


Kondisi ini sering dikaitkan dengan benturan langsung yang terjadi pada permukaan patella dan gesekan antara patella dengan tulang paha (femur) saat lutut ditekuk.


Penyebab lain dari chondromalacia ini sering dikaitkan dengan :


1. Kelainan struktur/bentuk dari sendi lutut sendiri.


2. Kelemahan otot pada area tengah yaitu pada m.vastus medialis


3. Structur bentuk kaki yang overpronasi.


4. kelemahan otot lateral hip rotator.





Fisioterapi


Tetapi bagi anda yang mengalami kondisi tersebut dalam hal ini chondromalacia, jangan terlalu khawatir karena fisioterpis anda siap membantu mengatasinya, dalam hal ini fisioterapis dapat memberikan treatment berupa :


1. Pengaplikasian TENS atau interferensi untuk mengurangi nyeri.


2. Pengaplikasian ultrasound


3. Penguatan otot


4. Static contraction sendi lutut.


5. Edukasi pada pasien tentang alat bantu yang dipakai pasien.


Dalam melakukan treatment harus disesuaikan dengan kondisi yang ada/yang ditemukan pada pemeriksaan dan apa yang menjadi kebutuhan pasien. 


FISIOTERAPI All In One : http://feedproxy.google.com/~r/FisioterapiAllInOne/~3/dNCf2sAtvpQ/chondromalacia-pada-lutut.html

PEMBENGKAKAN PADA LUTUT

KNEE BURSITIS (PATELLAR BURSITIS)










Bursa adalah kantung tipis yang berisi cairan pelumas alami yang dihasilkan tubuh dan terletak diatas tempurung lutut. Fungsi dari bursa ini memungkinkan beberapa jaringan yang berbeda seperti otot, tendon dan kulit bergerak tanpa ada hambatan.


Bentuk dari bursa sendiri sebenarnya sangat tipis tetapi jika terjadi peradangan/bursitis maka ukuran bursa akan menjadi besar karena rongga/kantung tersebut meradang dan teriritasi. Peradangan pada bursa umumnya disebabkan karena benturan/trauma atau terjadinya kerobekan pada kulit atau juga bisa karena luka tusuk, jika dibiarkan bursa yang meradang akan terinfeksi dan pengobatan untuk melawannya dengan pemberian antibiotik.


Bursitis pada lutut paling umum terjadi pada bagian prepatelar bursitis dan ini sering disebut "Housemaid's Knee", kenapa disebut housemaid's/pembantu knee karena seorang yang berprofesi pembantu sering berjalan/melakukan aktivitas menggunakan lututnya/ kneeling position (bahasa jawa mbrangkang).





Tanda dan Gejala


Tanda dari bursitis pada lutut ini dapat diamati sebagai berikut :


1. Adanya pembengkakan pada area tempurung lutut.


2. Keterbatasan gerak dalam menekuk dan meluruskan lutut


3. Nyeri jika lutut digerakkan


Nyeri yang terjadi akan lebih meningkat jika berjalan dengan menggunakan lutut (kneeling position) dan nyeri akan berkurang pada posisi duduk biasa. Untuk itu pasien akan merasa nyaman bila posisi lutut dalam keadaan istirahat atau tanpa bebanan.





Cara Mendiagnosa Bursitis Lutut


Fisioterapis akan memeriksa lebih lanjut dengan bertanya kepada pasien tentang riwayat cedera (apa, bagaimana, kapan, dimana dsb). Dengan melihat langsung letak pembengkakan yang ada dan adanya nyeri tekan pada area prepatelar bursa maka sudah bisa dipastikan kalo pasien menderita Knee Bursitis.

Cara Mencegah
Cara yang terbaik untuk menghindari bursitis pada lutut adalah menjaga elastisitas otot-otot pada paha baik otot bagian depan/m.quadricep's atau otot bagian belakang/m.hamstring. Selain itu hindari kneeling position/gerakan yang menumpu langsung pada lutut. Jika anda berprofesi sebagai tukang kebun/tukang karpet/pembantu rumah tangga yang sering menumpu langsung pada lutut untuk aktivitasnya, alangkah baiknya tiap 1-2 jam anda melakukan penguluran pada otot-otot paha anda dan sesampai dirumah kompres lutut anda dengan esbatu selama 15-20 menit.


FISIOTERAPI All In One : http://feedproxy.google.com/~r/FisioterapiAllInOne/~3/xGzfdoia0rY/pembengkakan-pada-lutut.html

CEDERA PADA MENISCUS SENDI LUTUT

KNEE MENISCUS INJURY





Knee Meniscus/Bantalan Sendi Lutut


Meniscus adalah bangunan fibrocartilago yang memisahkan antara tulang paha (femur) dan tulang kering (tibia). Berdasarkan anatomy letaknya meniscus pada sendi lutut dibagi menjadi dua yaitu medial meniscus (letaknya berada didalam) dan lateral meniscus (letaknya diluar). Bentuk dari meniscus ini sangat unik yaitu seperti ginjal dengan posisi yang terjepit. Fungsi utama dari meniscus adalah peredam getaran/shock absorber dimana tekanan yang dihasilkan disaat kita jalan, berlari dan melompat sangat berbeda. Jadi meniscus membantu meredam tekanan yg dihasilkan saat aktivitas tersebut dan dampaknya kerusakan pada permukaan sendi diminimalisirkan. Jumlah tekanan yang dihasilkan saat beraktivitas meningkat tajam dari kita berjalan, berlari dan melompat, disini meniscus berusaha meredam tekanan dan menyebarkannya sehingga tekanan yang dihasilkan pada sendi tidak terjadi pada satu point saja, sehingga permukaan sendi lutut tidak rusak dengan mudah.




Bagaimana Cedera Meniscus Terjadi


Pada usia muda cedera meniscus pada sendi lutut biasanya terjadi pada aktivitas olahraga dimana posisi lutut terpelintir dan sedikit menekuk. Cedera ini bisa terjadi pada sebelah laertal/medial meniscus atau pada tanduk anterior/posterior dll. Pada lansia cedera meniscuspun juga bisa terjadi, hal ini dikarenakan adanya prosese degenerasi/arthritis pada sendi lutut. Dalam kasus ini biasanya dilakukan operasi untuk memperbaiki meniscus dan permukaan sendi lutut. operasi yang sering dilakukan adalah arthroscopy. Dibandingkan dengan yang lainnya operasi meniscus ini lebih kompleks.





Apakah Cedera Meniscus Bisa Sembuh


Seperti kita ketahui Asupan makanan/darah pada meniscus ini sangat terbatas, meniscus mendapatkan makanannya dari darah dan cairan synovial yang ada dikapsul sendi. Perlu diketahui juga bahwasanya meniscus dibagi menjadi dua area berdasarkan cara penyembuhannya, dalam dunia medis disebut RED zone dan White zone. Pada red zone terdapat aliran darah yang mensuplay makannan sedangkan white zone tidak ada, jadi meniscus pada white zone tidak bisa sembuh secara alami (harus operasi).





Fisioterapi


Cedera meniscus ringan atau cedera meniscus pada red zone insyaallah dapat segera pulih dengan cepat dengan bantuan fisioterapi. Fungsi utama dari meniscus adalah shock absorber dan fungsi ini terbantukan dengan adanya otot-otot sekitar sendi yang membantu manstabilkan gerakan sendi. Penelitian membuktikan tekanan pada sendi lutut akan berkurang dengan adanya peningkatan kekuatan otot serta otot yang kuat pada sendi lutut akan menstabilkan pergerakan sendi itu juga.





Fisioterapi Berperan Dalam Hal 


1. Menurunkan nyeri


2. Meningkatkan Luas Gerak Sendi


3 .Meningkatkan kekuatan otot depan (quadriceps) dan otot belakang (hamstring)


4. Meningkatkan kekuatan otot Ekstermitas bawah ( hip,calve, pelvis)


5. Meningkatkan propioceptor dan keseimbangan serta memaksimalkan aktivitas ADL


6. Menghindari cedera yang sama terjadi.












FISIOTERAPI All In One : http://feedproxy.google.com/~r/FisioterapiAllInOne/~3/GGCAH6RYPLE/cedera-pada-meniscus-sendi-lutut.html

NYERI PADA LIGAMENT LUTUT



ACL TEAR/ACL INJURY






Apa Itu ACL?


ACL (Anterior Crusiatum Ligament) adalah salah satu ligament pada sendi lutut yang sering bermasalah pada para pemain olahraga yang  menggunakan kaki sebagai tumpuan utama dalam permainannya, contohnya sepak bola,basket, taekwondo dan lain-lain. ACL bersama dengan tiga ligament lainnya sangat berperan dalam menstabilkan sendi lutut, ketiga ligament itu adalah PCL (Posterior Crusiatum Ligament), MCL (Medial Colateral Ligament) dan LCL (Lateral Colateral Ligament). Fungsi khusus dari ligament ACL adalah mencegah tibia/tulang kering bergerak kedepan disaat berjalan. ACL tear sering terjadi pada penggunaan sendi lutut yang terlalu berlebihan yang menyebabkan sendi lutut terpelintir sementar kaki berada ditanah pada posisi mendarat.





Tanda ACL Tear:


1. Pada waktu cedera anda seperti mendengar suara "teg/kreg" pada sendi lutut


2. Pada cedera akut ACL akan terjadi nyeri hebat dan diikuti pembengkakan


3. Anda akan kesulitan dalam meluruskan dan menekuk lutut,seperti ada tahanan pada sendi anda


4. Pada pemeriksaan anterior drawer test dan lachman test hasilnya positif (Fisioterapi atau dokter)





Tindakan:


1. Hentikan permainan saat itu juga


2. Lakukan Rice (Rest/istirahat, Ice/kompres dengan es selama 15 ment, Compression/balut dengan bandage, Elevation/posisikan kaki lebih tinggi dari jantung anda.


3 Hubungi dokter segera.





Fisioterapi :


1. Assesment lebih lanjut tentang ACL


2. Aplikasi modality (TENS or interferensial) untuk menurunkan nyeri


3.Mengajarkan Static contraction pada sendi lutut.





Untuk memastikan berapa besar atau persentase kerusakan ligament pasien dianjurkan untuk melakukan MRI scan, dan konsultasikan hasil scan tersebut dengan dokter othopedic sehingga keputusan untuk operasi atau tidak operasi pada ligament anda jelas.



FISIOTERAPI All In One : http://feedproxy.google.com/~r/FisioterapiAllInOne/~3/Gnr-3t43Sgo/nyeri-pada-ligament-lutut.html

Hepatitis Pada Anak

Penyakit Hepatitis Pada Anak - Penyakit yang terjadi pada organ hati yang disebut dengan hepatitis merupakan penyakit serius yang bisa berakibat fatal bagi orang dewasa maupun pada anak-anak bahkan pada bayi sekalipun. Kita pernah sedikit membahas mengenai penyakit hepatitis dan yang dimaksud dengan pengertian penyakit hepatitis adalah merupakan penyakit peradangan pada sel yang menyerang hati. Dan disebabkan oleh virus hepatitis. Gejala tanda penyakit hepatitis bisa pula terlihat semenjak dari bayi setelah melahirkan dan juga pada balita.

Hepatitis pada anak atau pada usia bayi, penyakit hepatitis ini lebih banyak muncul di awal-awal usia bayi (sekitar 2 bulan). Para ahli meyakini bahwa 80% kasus bayi hepatitis dialibatkan oleh adanya infeksi virus pada proses persalinan maupun pasca melahirkan. Pencegahan yang paling umum yang kita kenal adalah dengan melakukan imunisasi hepatitis.

Penyakit Hepatitis Anak

Dokter Spesialis Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya Prof Bambang Permono dr SpA(K) dalam sebuah artikelnya mengatakan bahwasannya penyakit hepatitis dapat menimbulkan efek yang sangat buruk bagi bayi dan anak. Contoh dari dampak efek negatif virus hepatitis ini misalnya adalah gangguan otak yang mengakibatkan kemunduran mental dan cerebral palsy (lumpuh otak), bisa menyebabkan kerusakan permanen sel hati, dan juga timbulnya sirosis hati (hilangnya fungsi sel-sel hati karena adanya jaringan parut). Sebanyak dari 80% bayi penderita hepatitis biasanya dapat sembuh secara total, dan 20% sisanya akan bisa berpotensi menjadi kronis dan sirosis.

Peran orang tua sangat penting pula untuk bisa mengenali akan ciri tanda hepatitis anak bayi. Salah satu gejala hepatitis pada anak adalah kondisi anak terlalu tinggi bilirubin dalam darah bayi (zat racun yang dihasilkan oleh hati). Gejala tersebut terlihat dari tampilan fisik warna kuning pada kulit dan bagin bola mata bayi, urin berwarna gelap, dan faeces berwarna pucat.

Tanda gejala hepatitis anak dapat pula kita kenali dengan anak bisa langsung mendadak lemah dan berat badan tidak bertambah bahkan cenderung menurun. Kondisi ini karena biasanya anak dengan hepatitis kehilangan nafsu makan, sehingga anak akan kekurangan nutrisi dan juga energi.

Pengobatan penyembuhan hepatitis ini dengan pemberian obat-obatan simtomatik (obat yang digunakan untuk menghilangkan gejala penyakit). Tidak ada obat-obatan yang khusus dapat membasmi virusnya. Selanjutnya adalah dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh anak dengan cara banyak istirahat serta dengan makan makanan yang penuh gizi.

Hepatitis anak dan bayi erat pula hubungannya dengan kesehatan ibu anak dan terutama pada seorang ibu yang mengandungnya. Untuk itu bagi ibu hamil yang positif terinfeksi virus hepatitis, hendaklah rutin melakukan pemeriksaan kehamilan. Sehingga tenaga kesehatan Dokter akan bisa mengambil langkah-langkah pencegahan dan pertolongan pertama agar sang bayi tidak tertular virus hepatitis dari sang ibu.

Cara mencegah dan pencegahan bayi dan anak agar tidak tertular hepatitis anak adalah dengan memberikan suntikan immunoglobulin pada bayi yang baru lahir, sebagai sebuah imunitas bagi sang bayi agar tidak tertular virus hepatitis dari ibunya. Memberikan imunisasi dan vaksinasi hepatitis setelah anak berumur 2 tahun dan hal ini diulang lagi setelah enam bulan sampai dengan enam bulan setelahnya.

Secara teori pemberian imunisasi vaksinasi hepatitis dalam satu pemberian belum bertahan cukup lama bila dibandingkan dengan pemberian 2 kali yang bisa bertahan hingga 20 tahun. Dalam dalam hal ini pemberian obat-obatan kepada anak perl juga dikonsultasikan kepada medis (dokter) dan juga sebagai orang tua perlu juga untuk menanyakan berbagai macam efek samping atas obat yang diresepkan kepada anak.

Selanjutnya trik cara dan tips agar kita bisa terhindar dan menghindari penyakit hepatitis ini adalah dengan :
  1. Melakukan pemberian imunisasi vaksin hepatitis secara rutin menurut petunjuk medis.
  2. Menjaga kesehatan dengan jalan berhati-hati dalam mengkonsumsi obat.
  3. Memberikan makanan sehat dan mengandung nutrisi serta gizi yang cukup kepada anak-anak.
Demikianlah sahabat sedikit hal mengenai penyakit hepatitis pada anak dan semoga bisa berguna serta dapat memberikan manfaat kepada kita semuanya dan juga yang perlu kita garisbawahi sebagai orang tua yang peduli kepada kesehatan anak adalah mewaspadai hepatitis ini pada buah hati kita dan tidak menganggap remeh terhadap semua jenis penyakit termasuk penyakit hepatitis ini. Dan pencegahan hepatitis adalah lebih baik tentunya daripada mengobatinya.
Blog Keperawatan : http://askep-net.blogspot.com/2012/11/hepatitis-pada-anak.html

Kenapa pada Ibu Hamil Sering Mual dan Muntah ?


Saat ini kehamilan saya sudah memasuki 3 bulanan . Entah kenapa hamil yang kedua ini berbeda dengan kakaknya. Saya sering sekali mual terus muntah-mutah tak terkendali. Muntahnya itu tidak akan habis kalau belum keluar semua yang di perut, dan mulut jadi pahit. Seringnya kejadiannya adalah pada saat sore hari. Perut saya jadi asam, rasanya kecut sekali di perut atau di mulut, padahal saya tidak makan yang kecut-kecut lho. Serta kalau cuaca dingin dan kedinginan maka rentah terjadi mual dan muntah.

Saya jadi penasaran, kenapa sih kok bisa terjadi mual dan muntah pada ibu hamil. Ini ada jawabannya saya sarikan untuk pengunjung blog yang mengalami nasib sama seperti saya.

Ada berbagai macam teori yang menjelaskan kenapa ibu hamil mual dan muntah terutama pada awal kehamilan.

HORMON ESTROGEN

Teori pertama mengatakan bahwa mual pada bulan-bulan pertama kehamilan disebabkan meningkatnya produksi hormon estrogen yang memancing peningkatan keasaman lambung. Tentu saja pada wanita hamil terjadi peningkatan hormon estrogen dibanding sebelum hamil. Memang peningkatan asam lambung ini sesuai dengan pengalaman saya , dimana perut  sering terasa asam, kecut sekali di perut dan di mulut, kalau sudah seperti ini dapat dipastikan akan terjadi mual dan kemudian muntah.
Kalau frekuensi mual muntah lebih sering di pagi hari, itu karena jarak antara waktu makan malam dengan makan pagi cukup panjang. Akibatnya, perut kosong mengeluarkan asam lambung yang membuat ibu merasa lebih mual.

FAKTOR HCG 

Ada juga teori lain yang mengatakan bahwa mual muntah muntah tak lain adalah faktor HCG (Human chorionic gonodotropin). Hormon ini dihasilkan plasenta (ari-ari) selama awal kehamilan. Peningkatan HCG ini juga sebagai penanda adanya kehamilan, seperti ditunjukkan adanya 2 garis merah pada Test Pack penguji hamil.
Perubahan dalam tubuh ibu yang dipicu hormon ini kemudian menimbulkan rasa mual. Fungsi plasenta sebagai sirkulasi dan pemberi makanan pada janin akan tumbuh maksimal ketika kehamilan menginjak usia 12-14 minggu. Pada saat ini biasanya mual-muntah akan berhenti.


SEL-SEL PLASENTA
 
Ada juga teori lain mengatakan, sel-sel plasenta (villi korialis) yang menempel pada dinding rahim awalnya ditolak oleh tubuh karena dianggap sebagai benda asing. Reaksi imunologik inilah yang memicu terjadinya reaksi mual-mual.

FAKTOR PSIKOLOGIS

Faktor psikologis juga ternyata berpengaruh terhadap kndisi kehamilan. Kalau kita merasa tidak nyaman dengan kondisi kehamilan kita, atau malah  mengalami stres karena kehamilan yang tidak diinginkan, maka dalam tubuh akan terjadi penolakan, akibatnya timbul mual dan muntah.

Kalau melihat dari berbagai teori diatas, kayaknya yang paling sesuai dengan saya adalah teori pertama. Sampai sekarang saya masih belum bisa mengatasi. Walaupun sudah diberi obat penahan mual dari dokter, tapi seringnya tidak mempan. Yang saya lakukan hanyalah menerima kondisi saya dengan iklas dan sabar. 

Alhamdulillah selera makan saya tidak hilang, jadi kalau sehabis muntah saya usahakan minum yang banyak dan makan untuk mengganti zat-zat gizi yang dikeluarkan. Saran saya kalau sedang mual jangan makan yang bersantan kental dan pedas. Lebih baik kalau makan yang kering saja seperti biskuit atau roti tawar. 

Yang pokok adalah walaupun mual dan muntah jangan sampai kita tidak makan sama sekali, karena itu akan membuat janin kita kekurangan gizi dan berbahaya bagi pertumbuhan dan perkembangannya.


ARTIKEL GIZI DAN KESEHATAN : http://artikelgizikesehatan.blogspot.com/2012/11/kenapa-pada-ibu-hamil-sering-mual-dan_20.html

PERMASALAHAN PADA ANKLE


SPRAIN ANKLE
Oleh Jowir
Fisioterapis anda


Gambaran Umum :
Sprain ankle juga dikenal sebagai cidera ankle atau cidera ligament ankle, pada umumnya sprain ankle ini terjdi karena robeknya sebagian dari ligament( torn partial ligament) atau keseluruhan dari ligament (torn ligament) dan hampir 85% kasus sprain ankle ini mengenai ligament talofibular anterior.

Penyebab :
Gerakan yang sering memicu sprain ankle adalah gerakan inversi dan plantar fleksi yang tiba-tiba saat kaki tidak menumpu sempurna pada lantai.
Kategori :
Sprain ankle terbagi menjadi beberapa derajat sprain sesuai tingkat kerusakan dan pengaruh ligamentnya. Derajat I sprain ankle umumnya terjadi penguluran pada ligamentum talofibular anterior sehingga pasien mengalami nyeri yang ringan dan sedikit bengkak. Sedangkan derajat II dan III sprain ankle, kerobekan parsial dan komplet telah terjadi pada ligamentum lateral compleks ankle (ligamentum talofibular anterior, ligamentum calcaneofibular, ligamentum calcaneocuboideum, ligamentum talocalcaneus dan ligamentum talofibular posterior). Pada derajat II dan III, pasien mengalami nyeri hebat (aktualitas tinggi), bengkak dan penurunan fungsi ankle (gangguan berjalan), sehingga umumnya pasien langsung berobat ke dokter atau fisioterapi untuk mendapatkan terapi.


Penanganan :
Untuk tahap akut selalu menggunakan protokol protection, rest, ice, compresion and elevation atau lebih populer dengan (PRICE), yang kemudian diikuti dengan program exercise untuk memperkuat stabilitas sendi ankle. Penggunaan ankle brace atau ankle support sangat membantu untuk perawatan dan pencegahan sprain ankle. Terkadang karena jalan yang abnormal menyebabkan kerusakan pada jaringan lunak yang lebih parah. Untuk itu pada kasus yang akut berikanlah ankle brace dan kruk (crutches).

Pemberian ice pada kasus sprain ankle akut selama 10-15 menit membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan. Tetapi perlu diingat juga pemberian ice yang terlalu lama juga dapat menimbulkan cidera karena efek dingin yang terjadi. Penggunaan bandage yang tepat diperlukan untuk mensupport ligament agar lebih stabil dan menekan ligament yang cidera sehingga menguramgi nyeri dan menstabilkannya. Dalam pemberian bandage ini yang perlu diingat adalah jangan terlalu kencang dan pergunakan metode yang tepat karena pengaplikasian bandage yang terlalu kencang dapat menghambat proses vaskularisasi darah.
Pada kronik sprain ankle, akan terjadi kerusakan struktur jaringan. Seperti pada ligamentum akan terjadi kerobekan, yang dapat merangsang serabut saraf afferen bermyelin tipis (serabut saraf A delta dan tipe C). Impuls tersebut dibawa ke ganglia akar saraf dorsalis dan merangsang produksi “P” substance yang memicu terjadinya reaksi radang. Kemudian impuls tersebut dibawa ke cornu dorsalis medula spinalis dan dikirim ke level SSP yang lebih tinggi melalui traktus spinothalamicus. Pada level SSP yang lebih tinggi (cortex sensorik, hipothalamus & limbik system) impuls tersebut mengalami proses interaksi yang kemungkinan menghasilkan suatu perasaan subyektif yang dikenal dengan persepsi nyeri. Otot juga ikut terulur lalu akan menjadi spasme, timbul abnormal crosslink yang dapat mengganggu system metabolisme dan menimbulkan nyeri. Pada pembuluh darah akan terjadi haemorhage dan dilatasi yang dapat meningkatkan perlepasan zat-zat iritan yang akan meningkatkan sensitivitas nocisensorik sehingga akan menimbulkan nyeri. Sedangkan pada ujung-ujung saraf pada jaringan yang mengalami kerusakan akan mengeluarkan zat-zat iritan berupa prostaglandin, bradikinin dan histamine yang akan merangsang saraf afferent A delta dan C yang dapat meningkatkan sensitivitas nocisensorik sehingga timbul nyeri.

Peran Fisioterapi :
Pemilihan Ultrasound sebagai modalitas utama pada kondisi kronik sprain ankle disarankan, karena efek mekanik dan terapeutik yang dihasilkan oleh Ultrasound berguna untuk proses recovery. Ultrasound merupakan modalitas fisioterapi yang menghasilkan gelombang suara dengan frekeunsi antara 1 – 3 MHz. Ultrasound dapat menghasilkan efek mekanik, termal dan microtissue damage. Pada kondisi klinis pengaplikasian ultrasound dengan intensity 3Mhz dan intensity 1,5 w/cm kwadrat memberikan efek yang bermanfaat untuk perbaikan jaringan lunak.
Bagaimanapun juga exercise atau latihan adalah yang terbaik untuk kasus cidera ligament kronik. Latihan aktive dan active range of motion yang berupa dorsi-fleksi, plantar fleksi, inversi ataupun eversi stabilisasi akan menjaga fleksibilitas dan lingkup gerak sendi. latihan stabilitas juga perlu untuk penguatan otot-otot ankle sehingga dapat membantu serta memperbaiki problem yang muncul akibat instabilitas atau nyeri yang diakibatkan oleh kelemahan otot ankle. Akibat dari latihan stabilisasi, maka otot-otot stabilisator aktif pada ankle dapat memperbaiki kekuatan, ukuran serta mencegah peradangan. Pengaruh dari latihan stabilisasi juga akan meningkatkan peredaran darah pada persendian dan nutrisi tulang disamping karena memperbaiki kekuatan dan fungsi resiko terluka atau cidera kronik pada persendian. Latihan stabilisasi juga memperbaiki system peredaran darah oleh adanya pumping sehingga mengatasi terjadinya pembengkakan yang dapat mengganggu gerak dan fungsi sendi dan mampu mengurangi nyeri pada level sensorik.

FISIOTERAPI All In One : http://feedproxy.google.com/~r/FisioterapiAllInOne/~3/RFwYgi5iGVE/sprain-ankle-oleh-jowir-fisioterapis.html

Cara deteksi gejala stroke pada perempuan

Cara deteksi gejala stroke pada perempuan - Berdasarkan artikel yang dina kutip dari detikhealth ternyata perempuan juga mempunyai resiko terhadap penyakit stroke berikut ini cara mendeteksi apakah anda sekarang mempunyai gejala stroke. Stroke tidak selalu menyerang laki-laki, karena tak sedikit perempuan yang mengalami hal ini. Untuk itu ketahui apa gejala awal yang muncul jika perempuan terkena serangan stroke. Hazel K. Goddess Fund for Stroke Research in Women menuturkan secara fisiologi tubuh perempuan berbeda dengan laki-laki dalam banyak hal, karenanya pencegahan dan pengobatan stroke bisa mempengaruhi perempuan secara berbeda. Namun kebanyakan perempuan tidak menyadari atau peduli terhadap risiko yang berkaitan dengan stroke. 

National Stroke Association mengungkapkan sekitar 40 persen perempuan yang disurvei menyatakan dirinya hanya tahu sedikit atau tidak tahu sama sekali gejala stroke. Diketahui banyak gejala umum yang bisa terjadi pada laki-laki dan perempuan Meski demikian, perempuan lebih mungkin mengalami tanda-tanda peringatan yang mendadak seperti  : Nyeri dada, Wajah dan anggota tubuh sakit, Sesak napas, Jantung berdebar, Kelemahan secara umum, Cegukan dan mual


Sementara itu ada pula faktor risiko eksklusif untuk perempuan yaitu menggunakan obat pengendali kelahiran, kehamilan, terapi pengganti hormon serta kadar trigliserida yang tinggi dan lemak perut berlebih. "Setelah menopause tekanan darah dan kadar kolesterol meningkat jadi lebih cepat sehingga meningkatkan risiko stroke," ujar Jan Flewelling dari Methodist Neurological Institute, seperti dikutip dari Foxnews, Kamis (24/5/2012). Perempuan yang memiliki lemak perut ekstra dan trigliserida tinggi 5 kali lebih mungkin untuk menderita stroke. Selain itu jika perempuan mengalami palpitasi maka bisa jadi tanda fibrilasi atrium yang merupakan penyebab utama stroke.

Zachariah P. Zachariah selaku presiden dan direktur Fort Lauderdale Heart Institute menuturkan masyarakat harus belajar memahami FAST karena bisa membantu menentukan apakah seseorang mengalami stroke atau tidak. FAST ini sendiri adalah :
  1. Face, cobalah periksa wajah perempuan tersebut dengan memintanya untuk tersenyum dan lihat apakah ada satu sisi yang lebih rendah dari sisi lain.
  2. Ask, mintalah ia untuk mengangkat kedua tangannya dan periksa apakah ada satu lengan yang posisinya lebih rendah dari yang lain.
  3. Say, mintalah ia mengatakan sesuatu yang sederhana untuk melihat apakah bicaranya melantur atau aneh.
  4. Time, jika melihat tanda-tanda tersebut maka segera ke rumah sakit karena waktu memainkan peran yang penting dalam menentukan keberhasilan penanganan stroke. (ver/ir)
Itulah artikel mengenai Cara deteksi gejala stroke pada perempuan yang dina kutip dari detikhealth mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca.
Informasi Penyakit : http://blog-penyakit.blogspot.com/2012/06/cara-deteksi-gejala-stroke-pada.html

NYERI PADA IBU JARI



DE QUERVAIN'S SYNDROME
oleh : Jowir
Fisioterapis anda
Gambaran Umum :
de Quervain syndrome (juga dikenal sebagai washerwoman's sprain, Radial styloid tenosynovitis, de Quervain disease, de Quervain's tenosynovitis, de Quervain's stenosing tenosynovitis or mother's wrist), adalah sebuah peradangan dari tendon-tendon otot exstensor policis brevis serta otot abductor policis longus yang keduanya bersama – sama masuk dalam satu selubung tendon.
Patologi :
Otot exstensor pollicis brevis dan abductor pollicis longus merupakan dua otot yang bekerja secara berdampingan dan hampir mempunyai fungsi yang relatif sama yaitu menggerakkan ibujari menjauh dari tangan atau disebut sebagai radial abduction. de Quervain syndrome pada umumnya dikenal sebagai kondisi peradangan atau tedosynovitis, tetapi evaluasi histologi khusus menunjukkan tidak adanya peradangan yang terlihat dan yang lebih nampak adalah adanya proses degenerasi myxoid yang konsisten dengan proses degenerasi yang kronik. dan patologi kasus ini sering teridentifikasi pada seorang wanita yang baru saja menjadi ibu. de Quervain syndrome umumnya terjadi pada wanita, karena rata-rata wanita mempunyai prosesus styloideum yang lebih besar daripaa laki-laki
Penyebab :
Penyebab dari de Quervain syndrome adalah idiopatik atau tidak diketahui tetapi penggunaan sendi yang berlebihan atau overuse (terutama pada ibu jari) sering memunculkan kasus ini.

Gejala :
Gejala yang sering muncul adalah nyeri, tenderness, bengkak pada ibujari dan kesulitan dalam aktivitas menggenggam.
Diagnosis untuk menegakkkan apakah ini adalah de Quervain syndrome adalah dengan menggunakan finkelstein's test. Tes ini dilakukan dengan cara pasien mengepalkan tangannya dimana ibujari diliputi oleh jari-jari lainnyas elanjutnya dilakukan deviasi ulner plus ekstension. Hasilnya positif jika pasien merasakan nyeri hebat sehingga menolak untuk melanjutkan gerakan tersebut.
Fisioterapi
Peran fisioterapi dalam kasus ini adalah memberikan splint atau pembidaian, tujuan adalah mengistirahatkan sendi dan mengurangi gerakan yang memunculkan nyeri terutama ketika melakukan aktivitas yang melibatkan tangan terutama ibu jari.. Pengaplikasian paraffin-bath atau hot pack membantu mengurangi nyeri yang terjadi, karena dengan efek termal yang terjadi membantu meningkatkan proses vaskularisasi darah pada sendi. Kombinasi dengan ultrasound terkadang memberikan efek yang bermakna bagi pasien ( baca artikel tentang ultrasound di modalitas fisioterapi).


FISIOTERAPI All In One : http://feedproxy.google.com/~r/FisioterapiAllInOne/~3/Ei2V_1hjH0Y/de-quervains-syndrome-oleh-jowir.html

CIDERA PADA SEPAK BOLA


FOOTBALLERS' ANKLE
Dari Jowir (Fisioterapi Anda)


Footballers' ankle terjadi ketika anda mendapatkan adanya tonjolan tulang yang terletak pada bagian depan ankle dimana tempat tersebut merupakan tempat
melekatnya kapsul sendi. Tonjolan tulang ini adalah akibat dari cidera dimana ankle selalu terulur berlebihan (over stretched) atau tertekuk berlebihan (over bent). Endapan pada tonjolan tulang tersebut dapat menyebabkan peradangan (inflammation) pada kapsul sendi dan tendon. Untuk itu bagi pemain sepak bola yang merasa nyeri pada daerah depan sendi pergelangan kakinya, disarankan untuk melakukan x-ray untuk memastikan diagnosis yang ada.

Gejala Pada Footballer's Ankle
a. Adanya nyeri tekan pada bagian depan sendi ankle.
b. Timbul nyeri bila menekuk pergelangan kaki kebawah atau keatas (dorsi/plantar fleksi).
c. Pusat nyeri terjadi pada bagian depan sendi ankle ketika menendang bola.
d. Adanya tonjolan tulang pada bagian depan sendi ankle

Apa Yang Bisa Dilakukan Atlet?
1. Jika tulang terlau besar tumbuhnya, tidak ada jalan lain selain melakukan operasi untuk mengankat tulang tersebut.
2. Meminta saran pada dokter atau fisioterapi.
3. Jika tonjolan tulang kecil atau nyeri yang ditimbulkannyapun ringan maka anda bisa mengunjungi klinik atau departemen fisioterapi untuk melakukan program rehabilitasi seperti mobilisasi sendi, penguluran atau latihan penguatan otot.
4. Menggunakan ankle support.

Peran Fisioterapi
a. Mengajarkan latihan-latihan aktif atau mobilisasi sendi, mendesign latihan penguluran pada otot- otot sendi ankle dan memberikan latihan penguatan
b. Memberikan modalitas ultrasound.
c. Pengaplikasian sport massage.
d. Memberikan modalitas TENS untuk mengurangi nyeri.
e. Menyarankan X-ray untuk menegakkan diagnosis
f. Home instruksi dan edukasi

FISIOTERAPI All In One : http://feedproxy.google.com/~r/FisioterapiAllInOne/~3/gRUXcZjgHiQ/cidera-pada-sepak-bola.html

CEDERA PADA OLAHRAGA TENNIS


TENNIS ELBOW/LATERAL EPYCONDYLITIS
Dari Jowir (fisioterapi anda)



Tennis elbow atau lateral epicondylitis adalah cidera paling umum yang terjadi pada pemain tenis, nama tenis sendiri diindikasikan memang dari nama cabang olahraga tersebut. Walaupun demikian orang-orang yang tidak mengetahui dan tidak pernah tenispun juga tak luput terkena cidera ini tetapi jumlahnya tidak seberapa dibandingkan dengan orang yang mempunyai hoby bermain tenis. Tennis elbow umumnya terjadi pada tendon dari otot exstensor carpi radialis brevis, yang letaknya dipinggir kira-kira 2cm dibawah sendi siku atau di epicondylus lateralis tulang humerus. Pada cidera ini jarang dijumpai adanya peradangan sendi tetapi nyeri yang hebat disebakan adanya peningkatan dari reseptor nyeri sehingga daerah siku terasa perih atau nyeri.


Tanda dan Gejala :
a. Adanya nyeri kira-kira 1-2 cm didaerah pingir dari sendi siku tepatnya di area epicondylus lateralis humeri.
b. Terjadi kelemahan pada otot-otot pergelangan tangan sehingga terjadi penurunan aktifitas fungsional seperti ketidakmampuan membuka pintu yang bergagang sampai ketikmampuan melakukan aktivitas mengocok suatu benda.
c. Nyeri terjadi disendi siku bagian luar ketika tangan ekatensi dan sendi pergelangan tangan melawan tahanan.
d. Nyeri terjadi ketika adanya tekanan (palpating) dibawah epicondylus lateralis humeri
Penyebab :
Tennis elbow sering disebabkan oleh penggunaan sendi yang melampaui batas (overuse) atau juga karena cidera otot yang berulang-ulang. Aktivitas yang sering memicu timbulnya tennis elbow adalah tennis, badmintons atau squash atau aktivitas yang berlebihan seperti mengetik komputer dan memasang skrup.


Teknik backhand yang buruk pada cabang olahraga yang menggunakan raket merupakan penyebab timbulnya cidera ini. Kejadian ini sering terlihat pada saat pemain terlambat melakukan backhand, hal ini berarti dia tidak memposisikan tubuhnya tepat dibelakang bola, pemain itu memukul bola dengan lemah atau menekuk pergelangan tangannya sehingga pergelangan tangannya dipaksa untuk melakukan teknik tersebut. Padahal untuk teknik backhand yang benar kekuatan untuk memukul terjadi pada tangan secara keseluruhan. Karena paksaan tersebut maka terjadi cidera pada otot dan tendon disendi siku. Masalah yang lain yang dijumpai pada olahraga beraket ini adalah pegangan raket yang terlalu kecil. Pegangan raket yang terlalu kecil berarti otot-otot disendi siku dipaksa bekerja keras sehingga terjadi perubahan struktural ditendon. Mayoritas yang terkena cidera ini berusia 40-50 tahun,tapi tidak menutup kemungkinan seorang atlet tenis yang usia dibawah 40 tahun juga terkena cidera ini

Management dan treatment to tennis elbow.

Tidak ada satupun metode tunggal untuk menyelesaikan permasalahan ini, tetapi kombinasi dari beberapa metode mampu menyelesaikan kasus ini. Diantara metode itu adalah :

1). Mengaplikasikan es atau cold pack atau cold terapi pada siku (selama 10-20 menit 6x/hari) untuk mengurangi inflamasi dan nyeri yang terjadi.

2). Istirahat, mengistirahatkan sendi sangat penting untuk recovery cedera ini

3). Memakai brace atau support untuk melindungi tendon agar bisa recovery dan tetap terjaga kekuatannya. Brace tidak diletakkan pada tempat dimana nyeri timbu; tetapi diletakkan kira-kira 10 cm dibawah nyeri tersebut.
4). Mengikuti program rehabilitsi di departemen fisioterapi. Seperti penggunaan ultrasound atau laser untuk mengurangi nyeri dan peradangan selain itu uga meningkatkan proses recoveri. Pemilihan massage terapi, myofacial release atau teknik fricton juga tepat untuk cedera tendon ini.
5). Berkonsultasi kepada pelatih tenis profesional untuk mendapatkan teknik yanag tepat ketika bermain tennis terutama untuk teknik backhand


FISIOTERAPI All In One : http://feedproxy.google.com/~r/FisioterapiAllInOne/~3/nSF_kLHj3DY/cedera-pada-olahraga-tennis.html