Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Tampak depan Kampus terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

10 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan dalam Seminggu

Ada pesta harus dihadiri seminggu lagi, dan Anda merasa gaun kesayangan dipakai ke pesta nanti lebih sempurna...

Keperawatan Medikal Bedah

Bersama kita bisa......

Go Abroad....

Program pasca sarjana UMY yang istimewa muda mendunia...

The Great University

UMY is most popular in yogyakarta....

Showing posts with label Pemeriksaan. Show all posts
Showing posts with label Pemeriksaan. Show all posts

Pemeriksaan Bronkoskopi

Bersamaan dengan adanya kemajuan dalam bidang ilmu dan teknologi khususnya dalam bidang kesehatan, lebih khususnya lagi dalam bidang Kedokteran Respirasi atau Pulmonologi, telah berkembang pula suatu metoda pemeriksaan invasif dengan menggunakan serat optik (bronkoskop lentru) melalui saluran nafas dan juga saluran paru pula.

Tujuan Bronkoskopi adalah untuk tindakan diagnostik dan juga therapi pula. Dengan menggunakan alat bronskoskop ini kita dapat mengambil material atau bahan dari lesi di saluran nafas atau paru dengan cara bilasan, sikatan dan biopsi jaringan untuk pemeriksaan sitologi patologi anatomi.

Alat bronskoskopi. cara pemeriksaan bronskoskopi

Pengertian bronskoskopi ini adalah suatu jenis pemeriksaan / inspeksi secara langsung terhadap laring, trakea dan bronkus, melalui suatu bronkoskop logam standar atau bronkoskop serat optik fleksibel yang disebut dengan bronkofibroskop. Cara kerja bronkoskop yaitu sebuah sikat kateter atau forsep biopsi dapat dimasukkan untuk mengambil sekresi dan jaringan untuk pemeriksaan sitologi.

Bronchoscopy ini dapat digunakan sebagai tindakan terapiotik atau pun pengobatan pada keadaan yang seperti berikut ini :
  1. Pengambilan benda asing dalam saluran nafas atau pun aspirasi sesuatu bahan.
  2. Membersihkan penumpukan secret dalam saluran nafas (bronchial toilet).
  3. Batuk darah.
  4. Abses Paru.
  5. Pemasangan Stenttrakeobrinkial.
  6. Pemasangan pipa trakeal.
Indikasi Pemeriksaan Bronskoskopi adalah :
  • Penderita yang dicurigai menderita kanker paru.
  • Kelainan Rontgen Thoraks yang tidak diketahui penyebabnya.
  • Batuk berulang yang tidak diketahui penyebabnya.
  • Pengembangan paru yang tidak sempurna atau atelektasis.
  • Penderita terbaring lama dengan menggunakan mesin pernafasan ( ventilatator mekanik ).
  • Pada keadaan tertentu bila dibutuhkan seperti halnya pengambilan benda asing, aspirasi, plak mukus dan lain-lainnya.
Yang mengoperasikan alat bronkoskopi ini dilakukan oleh tenaga dokter spesialis yang terlatih dari Sub bagian Pulmonologi Bagian Penyakit Dalam. Jadi operatornya adalah seorang Dokter Spesialis Dalam Sub Pulmunologi.

Persiapan pemeriksaan bronskoskopi ini antara lain pasien yang akan diperiksa dilakukan :
  1. Pemeriksaan Fisik.
  2. Pemeriksaan darah rutin, faktor pembekuan darah, dan waktu perdarahan.
  3. Pemeriksaan Rontgen X toraks AP dan Lateral atau CT Scan atas indikasi dari medis.
  4. Pemeriksaan EKG.
  5. Pemeriksaan lain atas indikasi medis.
  6. Pasien yang akan dilakukan bronchoscopy harus puasa selama 6 jam sebelum tindakan pemeriksaan ini dilakukan.

Blog Keperawatan : http://askep-net.blogspot.com/2013/02/pemeriksaan-bronkoskopi.html

PEMERIKSAAN POLA JALAN


EXAMINATION OF GAIT
Jowir (fisioterapi anda)

Ekstremitas bawah adalah bagian yang terpenting untuk menopang berat badan dan ambulasi dalam keseharian, untuk itu ekstremitas bawah yang normal sangat menunujang dalam efisiensi penyelenggaraan aktifitas fungsional sehari-hari. Tetapi terkadang karena proses yang abnormal terjadi pada ekstremitas bawah mengakibatkan pola jalan yang tidak benar, untuk itu diperlukan parameter pembanding yang tepat antara pola jalan yang benar dan pola jalan yang salah sehingga kita bisa menyimpulkan pada bagian mana pola jalan itu yang keliru sehingga treatment kita tepat sasaran.
Ada dua siklus pola jalan yang normal yaitu stance phase, terjadi ketika kaki berada dipermukaan tanah dan swing phase terjadi ketika kaki bergerak maju. Enam puluh persen (60%) siklus pola jalan yang normal terjadi pada stance phase sedangkan 40%nya adalah untuk swing phase. Dan setiap phase tersebut terbagi dalam beberapa komponen kecil, yaitu stance phase ( heel strike, foot flat, midstance and push-off/toe-off) sedangkan swing phase (acceleration, midswing and deceleration)
Pola jalan yang salah akan sangat terlihat pada proses stance phase karena pada proses ini bertanggung jawab dalam menunjang berat badan dan berhubungan dengan porsi yang lebih besar dibandingkan dengan swing phase sehingga tekanannyapun lebih besar dibandingkan phase yang lain.
Pemeriksaaan pola jalan dimulai segera ketika pasien masuk keruang pemeriksaan. Catatlah setiap perubahan yang terlihat ketika berjalan dan kejanggalan apa yang terjadi pada ekstremitas dan cobalah untuk menetapkan kejanggalan itu terjadi pada fase apa dan pada komponen apa?. Karena setiap komponen mempunyai ciri khas fisik tersendiri, untuk itu cobalah menentukan komponen mana yang paling terpengaruh dalam proses pola jalan tersebut. Dan proses memutuskan komponen mana yang terpengaruh ini sangat penting untuk mencari penyebab yang terjadi. Menurut inman ada beberapa hal yang harus diukur dalam pola jalan diantaranya adalah :
1. Lebar jangkauan kaki seharusnya tidak lebih dari dua atau empat inchi dari tumit ketumit. Jika anda melihat pasien berjalan dengan melebihi jangkauan diatas maka anda harus curiga adanya kejanggalan tersebut. Pasien dengan lebar jangkauan yang lebih besar dari 2-4 inchi biasanya terjadi jika mereka pusing atau gangguan otak (cerebellar problem) atau penurunan sensasi pada alas kakinya
2. Pusat gavitasi tubuh ( body’s center of gravity) berada dua inchi dari depan tulang sacrum yang kedua (S-2). Pada pola jalan yang normal oscillasi vertikal tidak lebih dari 2 inchi. Pengontrolan arah oscillasi vertical menjaga pola jalan yang halus (smooth pattern) atau normal.
3. Lutut seharusnya fleksi pada semua stance phase kecuali pada heel strike untuk menjaga pergeseran vertical dari pusat gravitasi agar tidak berlebihan. Sebagai contoh pada fase toe - off ketika ankle plantar fleksi 20 derajad menyebabkan terjadinya peningkatan pusat gravitasi tubuh dan untuk menjaga agar tubuh tetap seimbang maka lutut harus fleksi kira-kira 40 derajad.
4. Pelvis dan trunk bergerak kelateral kira-kira 1inchi ke sisi berat tubuh saat berjalan ke pusat graitasi yang keseluruhannya berada pada hip. Jika pasien mempunyai kelemahan pada gluteus medius maka dia kurang mampu mempertahankan pergerakan kelateral ini.
5. Rata-rata panjang langkah seseorang adalah 15 inchi. Karena adanya nyeri, usia yang bertambah atau patologi pada ekstremitas bawah menyebabkan penurunan langkah saat berjalan.
6. Rata-rata orang dewasa berjalan dalam setiap menitnya adalah 90-120 langkah. Dan rata-rata energy yang dikeluarkan adalah 100 calories per mile-nya.
7. Selama swing phase pelvis berotasi 40 derajad.




FISIOTERAPI All In One : http://feedproxy.google.com/~r/FisioterapiAllInOne/~3/HjRb8AZBB0U/pemeriksaan-pola-jalan-ekstremitas.html

Macam Pemeriksaan Kehamilan

Macam Pemeriksaan Kehamilan - Macam Jenis Pemeriksaan Kehamilan Kehamilan adalah sebuah proses yang dialami setiap wanita yang telah Allah tentukan untuk bisa mempunyai anak serta buah hati. Berbagai macam cara seringkali dilakukan oleh pasangan suami istri yang belum dikarunia anak setelah sekian lama menikah. Berbagai macam cara tips cepat hamil juga telah banyak dilakukan untuk bisa membuahkan sebuah kehamilan. Untuk mengetahui bagaimana cara tips cepat hamil sahabat bisa membacanya di tips trik cepat hamil

Nah bagi wanita pada umumnya yang tidak mengalami "kesulitan mempunyai keturunan" tentunya juga harus banyak bersyukur atas nikmat sehat tersebut. Dan salah satu cara mensyukuri nikmat sehat bagi ibu hamil adalah dengan memeriksakan kehamilannya secara rutin. Karena manfaat pemeriksaan kehamilan itu sendiri banyak baik itu untuk sang ibu hamil itu sendiri atau pun janin yang sedang dalam kandungannya. Bagi tiap ibu hamil yang menginginkan kehamilan sehat maka pemeriksaan kehamilan ini adalah salah satu point pentingnya.

Pemeriksaan Kehamilan

Pentingnya pemeriksaan kehamilan itu sendiri adalah karena dalam proses pemeriksaan kehamilan itu sendiri akan bisa memonitoring secara keseluruhan keadaan kesehatan, kondisi ibu hamil dan juga janinnya. Dengan pemeriksaan kehamilan kita dapat mengetahui perkembangan kehamilan, tingkat kesehatan kandungan, kondisi janin, dan bahkan penyakit atau kelainan pada kandungan yang diharapkan dapat dilakukan penanganan secara dini.

Pemeriksaan kehamilan juga bermanfaat untuk mengetahui asupan gizi yang dibutuhkan oleh bayi agar semua kebutuhan nutrisinya selama dalam kandungan bisa tercukupi dengan baik dan optimal. Pemeriksaan kehamilan juga berfungi untuk bisa mendeteksi adanya berbagai masalah yang berkaitan dengan masa kehamilan yang sering muncul selama masa kehamilan, dan juga untuk bisa menghindari kehamilan resiko tinggi.

Lantas macam pemeriksaan kehamilan apa saja yang biasanya dilakukan pada seorang ibu hamil, atau jenis pemeriksaan kehamilan apa saja yang dilakukan tenaga kesehatan baik itu dokter, bidan atau tenaga kesehatan yang kompeten dalam bidang obstetri dan ginekologi.

Berikut beberapa pemeriksaan kehamilan dan diantaranya yaitu :
  1. Pemeriksaan Berat Badan. Bila kita berkunjung ke tenaga kesehatan baik itu dokter kebidanan dan kandungan atau pun seorang bidan pada saat hamil maka yang pertama kali dilakukan adalah dengan pemeriksaan berat badan ini (timbang badan). Tujuan pemeriksaan kehamilan ini adalah untuk mengetahui peningkatan berat badan ibu hamil dalam setiap bulannya. Bila berat badannya naik secara normal dan tidak ada peningkatan berat badan berlebihan maka itu salah satu indikasi kehamilan sehat juga.
  2. Pemeriksaan Perut. Pemeriksaan kehamilan ini selalu dilakukan setiap kali kontrol dan memeriksakan ibu hamil. Tujuan pemeriksaan perut pada kehamilan adalah melihat posisi atas rahim, mengukur pertumbuhan janin, dan mengetahui posisi janin. Karena posisi janin juga berubah sesuai dengan umur kehamilan.
  3. Pemeriksaan Detak Jantung Janin. Pemeriksaan ini bila dilakukan oleh seorang dokter kandungan atau pun bidan dilakukan dengan cara yang dinamakan tehnik doopler. Atau juga bisa dengan alat USG kehamilan. Mengetahui detak jantung janin ini juga berfungsi dan bermanfaat untuk mengetahui apakah janin dalam kondisi sehat atau pun tidak.
Lalu kapan pemeriksaan kehamilan ini dilaksanakan dan dilakukan. Pemeriksaan kehamilan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten contohnya adalah melalui dokter kandungan atau pun bidan dengan minimal pemeriksaan 3 kali selama kehamilan yaitu pada usia kehamilan trimester pertama, trimester kedua dan pada kehamilan trimester ke tiga, itupun jika kehamilan normal. Namun ada baiknya pemeriksaan kehamilan dilakukan sebulan sekali hingga usia 6 bulan, sebulan dua kali pada usia 7 - 8 bulan dan seminggu sekali ketika usia kandungan menginjak 9 bulan.

Pemeriksaan kehamilan ini pula bila di masyarakat pedesaan dikenal dengan ANC (Ante Natal Care) Pengertian antenatal care ini adalah kunjungan ibu hamil dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pelayanan ANC sesuai standar yang ditetapkan. Istilah kunjungan disini tidak hanya mengandung arti bahwa ibu hamil yang berkunjung ke fasilitas pelayanan, tetapi adalah setiap kontak tenaga kesehatan baik diposyandu, pondok bersalin desa, kunjungan rumah dengan ibu hamil tidak memberikan pelayanan ANC sesuai dengan standar dapat dianggap sebagai kunjungan ibu hamil.

Demikian yang sedikit sahabat mengenai pemeriksaan kehamilan dan juga ANC (Ante Natal Care) dan semoga dengan kita mengetahui akan manfaat pemeriksaan kehamilan ini baik itu bagi ibu hamil sendiri maupun sang janin maka kita tidak menyepelekan akan pentinga pemeriksaan kehamilan ini. Dan semoga pula dengan melakukan pemeriksaan kehamialn secara teratur kesehatan ibu dan janin senantiasa terpantau dengan baik dan bila ditemukan adanya suatu kelainan bisa segera dapat ditangani dengan baik.

Blog Keperawatan : http://askep-net.blogspot.com/2012/10/macam-pemeriksaan-kehamilan.html