Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Tampak depan Kampus terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

10 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan dalam Seminggu

Ada pesta harus dihadiri seminggu lagi, dan Anda merasa gaun kesayangan dipakai ke pesta nanti lebih sempurna...

Keperawatan Medikal Bedah

Bersama kita bisa......

Go Abroad....

Program pasca sarjana UMY yang istimewa muda mendunia...

The Great University

UMY is most popular in yogyakarta....

Showing posts with label Normalitas. Show all posts
Showing posts with label Normalitas. Show all posts

Uji Normalitas dengan SPSS

Sebelum kita melakukan analisis data dan untuk menentukan uji yang cocok apakah akan menggunakan uji statistik parametrik atau statistik non parametrik, maka perlu dilakukan uji normalitas. Data yang diuji adalah variabel dependen yang berbentuk numerik.

Uji normalitas di SPSS dapat kita lakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Dari menu utama SPSS, pilihlah Analyze --> Descriptive ---> Explorer, sampai muncul jendela seperti dibawah ini :



2. Pada kotak dialog tersebut , pilih variabel yang akan dianalisis. Sebagai contoh saya menggunakan variabel  "Berat bayi lahir (bbayi)". Pilih variabel tersebut, kemudian klik tombol 'segitiga" yang paling atas untuk memasukannya ke kotak 'Dependent List:', seperti terlihat dibawah ini :



3. Klik Plots..., kemudian aktifkan (centang) "Histogram" dan "Normality plots with test".





4. Klik Continue.
5. Lalu klik OK
6. Akan Muncul jendela output. Nah.... dari banyaknya tabel dan gambar yang muncul yang perlu anda perhatikan adalah gambar histogram dan tabel Tests of Normality, seperti berikut :




Dari tebel Test of Normality pada kolom Kolmogorv-Smirnov terlihat bahwa p-value = 0,200, artinya bahwa data 'berat bayi lahir' berdistribusi normal. Dari gambaran histogram juga, nampak kalau data cenderung berdistribusi normal.

.
Blog Biostatistik : http://statistik-kesehatan.blogspot.com/2011/03/uji-normalitas-dengan-spss.html